Outing Class: Berkunjung Ke Perpustakaan Umum Kota Depok


Perpustakaan adalah TEMAN AKRAB yang memberi pengetahuan. Kalau ada tempat yang paling membuat betah setelah MASJID itulah dia PERPUSTAKAAN. - Ahmad Heryawan  
Hola, Moms.
Seringkali kita mendengar istilah literasi. Apa, sih maksudnya? 
Literasi adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berinteraksi seseorang. Pengertian ini disarikan dari beberapa sumber, ya. 

Nah, untuk menunjang kegiatan literasi tersebut lumrahnya kita akan berkunjung ke tempat-tempat yang berhubungan dengan buku, salah satunya adalah perpustakaan. Betul? 


Saya, sebagai seorang ibu yang menerapkan home education juga amat memperhatikan hal ini. Kak Shofa dan Adik Haidar yang biasanya belajar di rumah atau dimana saja, akan ada waktunya dimana mereka akan berkunjung ke perpustakaan. Awalnya sih saya menjadwalkannya sebulan sekali, namun karena kendala jarak yang cukup jauh, jadi saat ini kunjungan ke perpustakaan belum bisa rutin. Namun begitu, kegiatan ini amat dinanti oleh kedua bocil ini, lho. 


Always hepi tiap diajak kesini

Ruang Baca Anak 

Inilah tempat favorit anak-anak. Ruang baca khusus untuk anak-anak yang berisi
puluhan buku bacaan anak dan majalah anak. Dilengkapi pula dengan aneka mainan dari kayu yang dapat membantu stimulus tumbuh kembang ananda. Ruang baca anak ini terletak di lantai dua, ya.


 

Selain ragam mainan dari kayu, tersedia juga banyak buku bacaan dan majalah anak-anak. Bahkan, ada majalah legendaris favorit saya sejak dulu, Bobo. Senang banget, deh. Bisa bacain anak-anak sembari bernostalgia donk dengan Oki, Nirmala, Paman Husin, Asta, pun ada majalah Donal Bebek juga. Perpustakaan ini makin lengkap fasilitas untuk anak setelah beberapa bulan saya enggak berkunjung kesini.


Kalau lagi berkunjung kesini, jangan harap saya bisa duduk manis membaca buku atau memilih buku-buku yang saya perlukan untuk dibawa pulang. Karena Kak Shofa dan Adik Haidar pasti akan selalu minta ditemani bermain dan minta dibacakan banyak buku. Tak jarang masing-masing mengambil beberapa buku dan menumpuknya di atas meja untuk menunggu giliran dibacakan. Masya Allah, antara senang dan sedih. Senang karena mereka suka buku, sedihnya karena terkadang saya ngos-ngosan bacainnya. Kudu siapin air minum dan camilan yang banyak, deh. hahahaha.


Baca juga: Efektivitas Homeschooling

Ruang Baca Umum 

Pertama kali saya menginjakkan kaki di perpustakaan ini tuh sekitar november 2017. Saat saya pertama kali mengikuti training online menulis cerita anak. Saya sengaja kesini untuk mencari referensi. Saya ajak anak-anak kesini karena memang mereka akan ikut kemanapun saya pergi. Tak disangka, ternyata perpustakaannya nyaman banget dan ada ruang baca khusus anak. Ruang baca umum juga di lantai dua, ya. Tidak jauh dari ruang baca anak. 




Untuk bisa meminjam buku untuk dibaca di rumah, pengunjung harus membuat kartu anggota dulu. Membuat kartunya mudah banget dan cepat jadi. Pengunjung hanya perlu mengisi data yang dibutuhkan, dibawa ke ruang khusus untuk foto, menunggu sekitar 5-10 menit, dan taraa kartu anggota sudah jadi. Ohya, batas waktu peminjaman buku maksimal tujuh hari, ya. 

Masa berlaku kartu selama lima tahun

Setelah selesai membaca, buku-buku yang telah dikeluarkan dari rak dimasukkan dalam box khusus. Agar nanti petugas perpustakaan mudah untuk mengembalikannya ke rak sesuai nomor bukunya. Ketika saya berkunjung kemarin banyak anak-anak magang disini. Selain itu juga sedang ada kunjungan dari sekolah SD sehingga cukup ramai. 

 

Playground 

Puas membaca dan bermain di lantai dua, saatnya kita makan siang. Sudah jadi kebiasaan nih, setiap saya dan anak-anak kesini kami selalu membawa bekal nasi dan lauk untuk makan. Ini berdasarkan pengalaman saya ketika kuliah dulu, setiap cari referensi di perpus dan lama, itu perut kenapa bawaannya lapar mulu, yak. Maka saya selalu bawa bekal, terkadang ditambah camilan juga. 

Nah, karena di dalam ruang baca enggak boleh makan, maka kami makannya di lantai satu, tepatnya di playground. Karena playground ini letaknya di ruang terbuka, jadi kami bebas makan dan minum disini. Sebenarnya ada kantin, sih di belakang gedung, katanya. Tapi kami belum pernah kesana. Biasanya setelah kenyang makan dan puas bermain, kami akan naik lagi dan baca lagi. Jika ingin melaksanakan shalat, disini ada mushola atau ruang shalat di lantai dua, samping ruang baca anak. So, aman donk! Kebutuhan jasmani dan rohani tercukupi, pikir pun tak terganggu. Asiikk.





Ohya, perpustakaan ini buka setiap hari, loh. Dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 sore. Khusus hari sabtu tutup pukul 19.30 malam. Yuk, berkunjung ke perpustakaan! 

Simak juga videonya disini: 







Alamat: 


Perpustakaan Umum Kota Depok 

Jalan Margonda Raya No.54 Depok 16431 

(Gedung pertama dalam lingkup kawasan Kantor Walikota Depok) 

www.kap.depok.go.id 




6 komentar:

  1. Seneng yaaa ada perpustakaan umum untuk anak². Di Bandung juga ada Perpustakaan Daerah Jawa Barat, ada ruangan baca khusus anak². Anak² bisa goler², bebas ambil bukunya.

    BalasHapus
  2. Wow bagus juga ya perpus umum depok. Memang sudah selayaknya seperti ini agar menumbuhkan minat baca dan menjadi alternatif tempat "hiburan" dalam rangka menambah wawasan.

    BalasHapus
  3. Duh jadi kangen suasana perpustakaan. Aku dulu paling betah mojok di perpus. Sekarang-sekarang udah ga pernah lagi.

    Ruang baca khusus anak-anak ini ide bagus. Semoga kota-kota lain menyusul termasuk Batam. Setahuku di Batam ga ada perpustakaan umum.

    BalasHapus
  4. Saya juga sering main ke perpustakaan mbak, bareng anak.2 minggu sekali. Setidaknya anak biar suka buku ma baca.

    BalasHapus
  5. Keren bunda anaknya homeschooling ya? Wah, saya juga suka ke perpustakaan. Tapi dah lama nih gak ngajak anak-anak ke perpus. Padahal mereka juga suka buku lho

    BalasHapus
  6. Asyik terimakasih info nya Bun baru tau saya ada perpustakaan di Depok yang memiliki ruangan membaca untuk anak

    BalasHapus