Vonis Blighted Ovum Mengalihkan Duniaku Part 1




Jika sesuatu berjalan tak sesuai yang kau mau, yakinlah Tuhan tahu yang terbaik untukmu. Dia kan memberikan yang kau mau di waktu yang tepat. Maka bersabarlah dan menerima dengan lapang. Itu kunci ketenangan dan kebahagiaanmu saat ini. 

November Bulan Penuh Cinta

Bulan November adalah bulan cinta bagi keluarga kecil kami. Ya, karena di bulan ini kami menikah, tepatnya pada tanggal 20-11-2011. Tanggal cantik, bukan? 😍 Pun suami lahir di bulan ini juga. So, saat awal bulan cinta yang lalu kami mengetahui bahwa aku positif hamil, kekasihku bahagia tak terkira. Pun ketika diriku mengalami pusing dan mual yang tak biasa, ia begitu memanjakanku. Memenuhi segala kebutuhanku, menjaga asupan makanku, tak ketinggalan pula ragam varian buah-buahan tersedia di kulkas, pun begitu susu untuk ibu hamil.

Ya. Dia begitu excited. Begitu pula anak-anak kami yang amat merindukan kehadiran sosok adik kecil di antara mereka. Di tengah ujian yang ditujukan Allah kepada suami dalam tanggung jawab pekerjaannya, ia begitu bahagia mendapatkan hadiah dari Allah di hari ultahnya. Ia yang awalnya sedikit terbebani dengan masalahnya, menjadi lebih lapang dan ikhlas karena hadiah Allah ini.

Masya Allah, duhai calon janin di rahimku, kehadiranmu yang belum utuh saja mampu menaikkan level semangat dan keikhlasan menjalani ujian dari Illahi Rabbi. Terima kasih atas anugerah ini.

Lebih Menjaga Kehamilan Karena Pengalaman Buruk Tahun Lalu

Belajar dari pengalaman saat keguguran tahun lalu, maka begitu tahu diriku positif hamil, aku berusaha semaksimal mungkin untuk menjaganya dengan baik. Menjaga asupan makanan dengan makan gizi seimbang, banyak makan sayur, protein, buah dan minum susu untuk ibu hamil sebagai tambahan nutrisi. Selain itu aku juga menjaga agar tidak terlalu lelah beraktivitas, memperbanyak ibadah, tilawah Al-Qur'an, dan lain-lain.

Karena kehamilan sebelum-sebelumnya aku tak rajin USG dan tahun lalu aku mengalami keguguran,  maka aku berusaha untuk USG di awal kehamilan ini, untuk memeriksa apakah janin ini baik-baik saja?

Yah, meskipun pada saat hamil anak pertama dan kedua beberapa tahun lalu aku USG hanya dua kali setiap hamil dan anak-anakku baik-baik saja, nyatanya ini tak berlaku pada kehamilan calon anak ketiga tahun lalu. Ia harus gugur karena janin yang tak berkembang. Akan kuceritakan di lain waktu, Insya Allah.

Kembali lagi pada USG. Sebagai ibu yang pernah keguguran, pastinya tidak ingin hal itu terulang kembali, kan? Maka aku mengajak suamiku untuk USG. Awalnya kami berniat melakukan USG pada dokter Della yang praktek di RS Vitalaya Pamulang. Karena kami sudah nyaman konsultasi dengan beliau, inipun berdasarkan pengalaman saat keguguran tahun lalu.

Pada tanggal 10 November, hari sabtu kami berangkat USG. Namun karena hari itu jadwal Dr. Della telah full, maka kami sepakat mencoba USG di Dr. Imelda yang praktek di klinik tepat di samping kiri RS. Vitalaya. Konsep klinik tempat praktek Dr. Imelda ini terbilang unik karena tergabung dengan Baby Shop yang bertajuk "Baby Prince Care". Jadi nampak dari depan terlihat seperti hanya sebuah toko perlengkapan bayi, padahal di dalamnya ada klinik tempat praktek Dr. Imelda.

Begitu kami masuk, takjub sih karena tempatnya kece, homey dan rapi banget. Gak perlu ngantri lama juga untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Dr. Imeldanya pun ramah, enak diajak konsultasi. Namun, karena saat itu aku keburu shock karena vonis Blighted Ovum oleh Dr. Imelda hingga aku tak sanggup mengeluarkan pertanyaan barang satupun mengenai kondisiku. Saat USG 2D, beliau menunjukkan adanya kantong kehamilan namun belum menemukan tanda-tanda adanya janin. Dilanjutkan dengan USG Transvaginal, namun tetap tidak nampak adanya janin, bahkan dicari di luar rahim pun tidak ada. Jatuhlah vonis Blighted ovum alias Kehamilan Kosong tersebut.

Foto hasil USG di klinik Dr. Imelda

Begitu keluar dari klinik, suami menanyakan apakah mau USG lagi di Dr. Della untuk memastikan keadaan rahimku. Akupun menyetujui dan kami masuk ke RS Vitalaya. Karena jadwal beliau hari itu sudah full, maka kami hanya mendaftar saja untuk check di hari senin tanggal 12 November. Hari itu kami pulang dengan perasaan yang campur aduk, hingga Shofa anak pertama kami beberapa kali menanyakan "Kenapa Bunda menangis?" saat dia melihat tetesan air bening yang jatuh di pipiku. Akupun tak kuasa menjawab pertanyaannya karena ia begitu ingin memiliki adik kecil lagi dan begitu bersemangat saat akan menemaniku USG, ingin melihat dede bayi, katanya. 😢

Bagaimana mau melihat dede bayi, lha bayinya aja gak ada? Hiks. Tuh, lihat di foto hasil USG-nya, gak ada gambaran janinnya, kan?

Belajar Menerima

Sesampai di rumah aku curahkan segala rasa, aku menangis sepuasnya, menumpahkan segala gejolak yang ada di hati. Begitu tenang, aku mengambil air wudhu dan sholat, mengadu kepada Allah, bertanya kepadaNYA apakah vonis dari Dr. Imelda itu benar? Ya, jauh di lubuk hatiku aku masih menginginkan keberadaan janin itu di dalam rahimku. Pikirku saat itu, seorang dokter bisa saja salah, kan?   


Bagaimana hasil tes USG yang kedua bersama Dr. Della? Lanjut ke part. 2 yaaa.... 😊



Salam Hangat,

Qoty Intan Zulnida




20 komentar:

  1. Wah, baarakallah ya atas kehamilannya. Walaupun saat baca judulnya, saya menebak Mbak mengalami BO. Saya blm pernah, tapi sahabat saya pernah terpukul karena vonis itu.
    Wah,jadi penasaran dengan lanjutannya nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hasilnya positif BO, mbak. dan harus dikuret. hiks. Part 2 otewe, post malam ini, insya Allah

      Hapus
  2. Bagaimana kelanjutan usgnya? Berharap ada kabar baik ya, meski Allah yang Maha Mengetahui maka apapun itu adalah yg terbaik. Btw, tanggal pernikahannya cantik bgttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelanjutannya udah ada di postingan part 2.. dibaca lagi ya, mbak...

      Hapus
  3. Jadi penasaran sama kelanjutan usg nya, semoga yang terbaik yaa mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah ini yang terbaik, mbak. Alhamdulillah...

      Hapus
  4. Blighted ovum..adik ipar mengalami bulan lalu, padahal sudah ditunggu 8 tahun kehamilan keduanya, mana usia sudah 42..duh!

    Jadi penasaran dengan part 2, ditunggu Mbak Qoty ceritanya yaaa:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah.... Semoga segera dapat penggantinya. Allah Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak

      Hapus
  5. Yah kok bersambung mba? Semoga hasilnya baik ya. Saya menunggu kabar gembira 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe,,, takut kepanjangan. Part 2 sudah diposting ya, mbak.

      Hapus
  6. Huaaah mba ini pengalaman ak banget..padahal ak udah nunggu 2 tahun.. pas ketauan hamil udah 5minggu masih blom keliatan ada janin.. ampe akhirnya pas minggu ke 8 Alhamdulillah ada.. tapi sayang ampe minggu ke 11 ga ada perkembangan janinnya sampe detak jantung pun ga ke deteck lg Alhasil qadarallah ak dikiret di minggu ke 11 kehamilan pertamaku.. huaah aku yakin Allab Maha Baik dan tau yang terbaik untuk kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah, mbak.... awalnya pasti sedih, yaaaa tapi yakin penerimaan ini membuahkan ketenangan. Karena Allah pasti memberikan Yang Terbaik bagi kita.

      Hapus
  7. Nggak sabar baca kisah lanjutanya. Semoga yang terbaik ya mba

    BalasHapus
  8. Huhuhu penasaran mbak gimana hasilnya.. Semoga semua baik2 saja ya mbaak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, makasih mbak. part 2 udah diposting yaa

      Hapus
  9. Hiks...sabar ya mba, kita berharap dan berencana. Semua terpulang pada kuasaNYa. Aduhh jd penasaran nunggu part 2 nya nehhh...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih, mbak. Betul, Allah yang Maha Berkuasa atas segalanya. Part 2 udah diposting, yaa

      Hapus
  10. Semoga ada kabar yang baik di part 2. Semangat mbak :)

    BalasHapus