Tanpa kusadari
Begitu banyak kelam
Memasuki syaraf pikirku
Hingga hari ini

Betapa aku lemah jika dibandingkan dengan mereka
Aku tak sekuat itu.

Kini ku menyadari
Setiap orang kan punya arti
Melalui hidup yang penuh misteri
Pun kesakitan yang tak terperi

Berapa kali sudah telinga ini mendengar
Kisah pilu wanita bermata nanar
Mengungkap kenyataan yang menggelegar
Sungguh, hatiku begitu bergetar

Kelamku, sungguh berbeda dengan kelammu
Kisah pedihku hanya seujung kuku episode berdarahmu
Setiap kita melewati jalan terjal yang tak pernah sama
Bersabarlah
Kau wanita kuat

Sepahit apapun takdir kehidupan yang harus ditelan
Ingatlah
Kita punya Allah Yang Maha Besar
Panjatkan doa, langitkan pinta

Tetap tegar bertahan setegar karang
Kelak, kau kan memetik buah kesabaran yang kau tanam
Jika tak di dunia,
Di akhirat kelak kau bahagia, aman, nyaman di sisi-Nya.

Baca juga: Menari Dalam Gelap 

Pd. Petir, Februari 2019
14.07 wib.



Duhai Mama,
Mengapa dirimu begitu banyak berbicara
Padahal akupun tak memahaminya

Duhai Mama,
Mengapa dirimu begitu sering menegurku
Padahal aku hanya salah satu kali

Duhai Mama,
Mengapa dirimu menyuruhku mengalah?
Padahal adiklah yang bersalah

Duhai Mama,
Mengapa dirimu selalu mendahulukan adik?
Padahal akulah yang lebih dulu lahir

Duhai Mama,
Mengapa dirimu mudah marah?
Padahal adik hanya sedikit berdarah

Duhai Mama,
Mengapa dirimu tak berhenti menyuruhku mandi?
Padahal aku hanya ingin sedikit bersantai

Duhai Mama,
Mengapa dirimu selalu minta waktu sebentar?
Padahal aku hanya ingin bersandar

Duhai Mama,
Mengapa dirimu selalu memasak lauk kesukaan adik?
Sementara aku jenuh memakan yang sama dengannya

Duhai Mama,
Mengapa dirimu selalu memintaku melihat adik?
Padahal akupun ingin dilihat

Duhai Mama,
Mengapa dirimu telah jarang menuruti inginku?
Katamu karena aku sudah besar
Aku mesti bersabar

Padahal Ma,
Bukankah aku telah lama bersabar?
Aku selalu dinomorduakan

Telah lupakah dirimu?
Ma, akulah yang pertama mengisi hari-harimu.

Duhai Mama,
Aku rindu dipelukmu
Aku rindu disuapi olehmu
Aku rindu dibelaimu
Aku rindu dipangku

Aku rindu masa kecilku.

Suatu saat nanti
Ingatlah Ma,
Ulahku bukan karena ulahku,
Itu karenamu.

Duhai Mama...

Baca juga : Asbab Cinta 


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mohon maaf saya baru nulis lagi untuk blog ini. Karena ada kendala satu dan lain hal, yang salah satunya karena saya harus berkunjung lagi ke RSIA Vitalaya ini. Lho, ngapain? Kontrol pasca kuret. 😊

Padahal kuretnya mah sudah sejak tanggal 08 Desember 2018 lalu. Trus, kenapa baru kontrol sekarang? Ya, harusnya kontrol tanggal 14 Desember, namun ketika saya datang sesuai jadwal ternyata Dr. Della tidak praktek hari itu karena ada tindakan. Kenapa pasien-pasien yang sudah membuat janji tidak diberi kabar? Menurut resepsionis, harusnya mereka, pihak rumah sakit menelpon pasien satu per satu namun karena telpon rumah sakit rusak sehingga mereka tidak bisa memberi kabar. Ya tapi kalau seperti ini, kan kami jadi bolak-balik. Akhirnya membuat janji bertemu lagi, dapatnya tanggal 21 Desember 2018, satu minggu kemudian.

Namun, pada tanggal 21 Desember 2018 itu, bertepatan dengan rombongan keluarga mertua dan kakak ipar datang dari Demak Jawa Tengah sehingga saya urung kontrol ke rumah sakit. Sehingga tertunda lah hingga pada awal januari 2019 saya baru mendaftar lagi dan dapat giliran kontrolnya tanggal 10 januari. Mantap, kan?

TIDAK ADA WEBSITE 

Dulu, pertama kali tahu RSIA Vitalaya ini berdasarkan rekomendasi dari seorang teman suami yang tinggal tak jauh dari lokasi. Menurut beliau, di RS Vitalaya ini 'enak', biayanya pun cukup terjangkau. Apalagi jika dibandingkan dengan RS Buah Hati Pamulang yang notabene biayanya cukup tinggi.

Sebenarnya saya pribadi sudah merasa amat cocok dengan Dr. Della ini sehingga sulit untuk berpindah ke lain hati. Meski di sebelah bangunan gedung RSIA Vitalaya ini ada klinik praktek Dr. Imelda yang notabene 'bagus' juga pelayanannya, namun yaa ini masalah hati. hihihihii

Namun, sayangnya RSIA Vitalaya ini tidak ada websitenya sehingga sedikit menyulitkan pasien maupun calon pasien yang ingin mengetahui kapan aja hari jadwal praktek Dokter-dokter yang ada di RSIA Vitalaya ini. Maka berdasarkan minimnya data digital mengenai ini akhirnya saya memutuskan menuliskan jejaknya disini. Semoga dapat membawa manfaat, ya.

JADWAL PRAKTIK DOKTER 


dokumentasi pribadi

Dr. Severina Adella Tobing, Sp.OG atau yang lebih dikenal dengan Dr. Della, beliau memang salah satu Dokter favorit disini. Jadwal beliau yang hanya ada di hari senin, selasa, kamis, jumat dan minggu membuat pasien yang mau membuat janji konsultasi harus rela mengantri alias menunggu sampai seminggu lamanya.

Dan sayangnya lagi, untuk membuat janji bertemu dengan Dr. Della, harus daftar dengan cara datang langsung ke RSIA Vitalaya. Tidak bisa mendaftar melalui telpon. Harus datang langsung meskipun diwakili suami, adik, keponakan, atau siapapun. Ini salah satu kekurangannya disini, sih. Jadi adanya nomor telpon itu untuk apa? jika memang pasien tidak bisa mendaftar melalui telpon. 

Namun, meskipun kita menunggu lama hanya untuk bertemu Dr. Della, fasilitas tunggu cukup nyaman, kok. Ada banyak bangku tunggu di ruang tunggu Dokter, di lobi juga banyak kursi sofa yang nyaman. Musholla juga cukup besar ada di lantai lima. Cuma, jika ingin makan siang harus keluar area RS karena di dalam RS hanya ada penjual makanan camilan dan minuman saja. 

Alamat RSIA Vitalaya

Jl. Raya Siliwangi Pondok Benda Indah No.1 
Pamulang Tangerang Selatan
Telp: 021-74703313 / 021-7497195


Berikut saya lampirkan juga daftar biaya tindakan di RSIA Vitalaya


dokumentasi pribadi

Demikianlah sedikit informasi mengenai pendaftaran di RSIA Vitalaya. Ohya, sedikit tambahan informasi, bahwa saat ini ada kenaikan tarif untuk USG 2D yang biasanya Rp. 120.000,- sekarang naik menjadi Rp. 140.000,- tapi itu semua udah termasuk biaya konsultasi dengan Dokter. Jadi bisa nanya-nanya sepuasnya dengan dokter, ya. Siapin aja pertanyaan dari rumah, seperti saya. Ya, biar informasi yang kita dapatkan lebih lengkap. Betul, gak? 😃


Sekian dari saya.

Salam hangat, 

Qoty Intan Zulnida 


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat terus bersemangat di awal tahun yang baru ini, yaaa sahabat Bunda semua.... ☺

Mohon maaf, karena cerita part 2 tentang vonis blighted ovum yang saya alami harus tertunda selama dua minggu lebih dikarenakan laptop yang tidak bisa nyala. Setelah laptop bisa nyala, keluarga besar dari Demak datang ke tanah rantau, adik-adik yang tinggal di Tangerang juga ngumpul disini. Semua liburan akhir tahun dan melewati pergantian tahun di Depok, alhamdulillah.

Nah, hari ini aku baru bisa lanjutin cerita yang lalu. Bagi yang belum baca part 1, baca dulu, ya

Disini: Vonis Blighted Ovum Mengalihkan Duniaku Part 1

Sudah baca part 1 nya, kan? Yuk, kita lanjutin ceritanya.

Pada hari senin, tanggal 12 November 2018 aku dan suami kembali melakukan tes USG di RS Vitalaya Pamulang dengan Dr. Severina Adella Tobing yang lebih dikenal dengan Dr. Della. Ketika diperiksa oleh Dr. Della, beliau juga mengatakan hal yang sama dengan yang telah disampaikan oleh Dr. Imelda dua hari sebelumnya. Bahkan Dr. Della mencoba mencari keberadaan janin melalui USG 4D, namun tetap tidak ditemukan. Ya, aku divonis Blighted Ovum oleh dua dokter spesialis kandungan. Kebayang, betapa hancur hatiku??

Foto hasil USG dengan Dr. Della di RS Vitalaya, 12-11-2018 

Namun, Dr. Della menjawab dengan gamblang setiap pertanyaan yang keluar dari bibirku. Kenapa kehamilan ini bisa kosong? Apa penyebabnya? Padahal aku sudah menjaga asupan nutrisi selama hamil ini, kenapa bisa gagal juga? Kalo janinnya tidak ada, yang berarti aku gak hamil, kenapa aku masih merasakan mual yang hebat??

Berdasarkan penjelasan dari Dr. Della, Blighted Ovum ini umumnya disebabkan karena kualitas sel sperma atau sel telur yang kurang baik atau kelainan kromosom pada saat pembuahan. Karena kelainan tersebut terdeteksi lebih dini, maka sel gagal terbentuk menjadi janin. Padahal, lingkungan tempat janin bertumbuh sudah terbentuk. Kantong kehamilan ada, plasenta ada, hormon kehamilan pun sudah meningkat namun janinnya gagal tumbuh. Itulah mengapa, seorang ibu yang mengalami Blighted Ovum tetap merasakan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya. Mual, pusing, lemas atau gejala-gejala yang lain.

Kondisi Blighted Ovum ini dapat terdeteksi ketika usia kehamilan di angka 7-8 minggu. Seperti saya kemarin, saat USG, itu usia kehamilannya 8 minggu. Lalu, apa yang harus dilakukan jika mengalami kehamilan yang seperti ini? Tindakan yang harus dilakukan adalah mengangkat hasil konsepsi dari rahim atau yang biasa disebut dengan kuretase alias kuret.

Ketika aku bertanya apakah bisa tanpa kuret, misal dengan minum obat-obatan, gitu? Dr. Della menjawab tidak bisa karena dalam kasusku saat ini, kantong kehamilan sudah besar, yakni 3cm sehingga tetap harus dikuret. Airmata pun tak tertahankan, teringat suami dan dua anakku yang begitu menginginkan kehadiran seorang adik bayi.

USG yang kedua, hasilnya tetap sama. Kami pulang dengan kecamuk perasaan masing-masing. Duduk di mobil dalam diam, hanya buliran kristal bening yang bergantian menghiasi pipi.

Keputusan kuret belum keluar dari mulut suamiku. Beliau masih larut dalam kesibukan pekerjaannya dalam travel umroh, pun akhir november akreditasi SMK tempat suamiku mengabdi. Akupun tak berani mengungkapnya. Hanya mendekat dan mendekat kepada Rabbku yang kulakukan. Menepi dari segala hiruk-pikuk riuhnya medsos. Ya, aku menarik diri, tak seaktif biasanya. Merenungi apa hikmah yang coba Allah berikan padaku dan keluargaku kali ini.

Disaat kamu merasa sendiri, berdiamlah. Gelar sajadah, tempelkan dahimu di kain persegi panjang itu, luapkan segala emosi hanya kepada Rabb-Mu. Cobalah ikhlas menerima segalanya. Yakinlah sepahit apapun kenyataan yang kamu hadapi, selalu ada hikmah yang bisa dipetik, yang kan memberikan manfaat begitu besar padamu. Hanya yakin, Dia pasti tahu apa yang terbaik untuk dirimu. Karena yang terbaik menurutmu, belum tentu baik untukmu.  
Hingga di penghujung bulan november, setelah selesai semua urusan travel dan akreditasi, suami menanyakan kembali perihal kuret. Beliau mengajak ke RS Vitalaya kembali dan memantapkan diri untuk dikuret. Dan alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar pada 8 Desember 2018.

Sebenarnya udah siap dikuret sejak awal Desember, namun sewaktu di awal Desember mendaftar untuk konsultasi dengan Dr. Della, selalu full sehingga baru mendapat jadwal konsul di tanggal 7 Desember 2018, hari jumat. Dan tindakat kuret dilakukan keesokan harinya, sabtu 8 Desember 2018.

Next time, sebaiknya tes TORCH dulu untuk mengetahui apakah ada infeksi virus ataukah tidak? Dan jika ingin hamil lagi di kemudian hari, alangkah baiknya jika diprogram dengan dokter kandungan agar kehamilan terjadi dalam kondisi siap, sehat jasmani dan rohani. Dan tidak lupa pula untuk menjaga pola hidup sehat.

Yah, itulah sekelumit curahan hati emak pejuang pregnant. ☺ Alhamdulillah, anak-anak pun sudah mengerti dan dapat menerima. Semoga kita semua senantiasa sehat, yaa sahabat bunda. Yang sedang hamil semoga kehamilannya lancar, sehat hingga persalinan. Aamiin.

Salam hangat,

Qoty Intan Zulnida



Jika sesuatu berjalan tak sesuai yang kau mau, yakinlah Tuhan tahu yang terbaik untukmu. Dia kan memberikan yang kau mau di waktu yang tepat. Maka bersabarlah dan menerima dengan lapang. Itu kunci ketenangan dan kebahagiaanmu saat ini. 

November Bulan Penuh Cinta

Bulan November adalah bulan cinta bagi keluarga kecil kami. Ya, karena di bulan ini kami menikah, tepatnya pada tanggal 20-11-2011. Tanggal cantik, bukan? 😍 Pun suami lahir di bulan ini juga. So, saat awal bulan cinta yang lalu kami mengetahui bahwa aku positif hamil, kekasihku bahagia tak terkira. Pun ketika diriku mengalami pusing dan mual yang tak biasa, ia begitu memanjakanku. Memenuhi segala kebutuhanku, menjaga asupan makanku, tak ketinggalan pula ragam varian buah-buahan tersedia di kulkas, pun begitu susu untuk ibu hamil.

Ya. Dia begitu excited. Begitu pula anak-anak kami yang amat merindukan kehadiran sosok adik kecil di antara mereka. Di tengah ujian yang ditujukan Allah kepada suami dalam tanggung jawab pekerjaannya, ia begitu bahagia mendapatkan hadiah dari Allah di hari ultahnya. Ia yang awalnya sedikit terbebani dengan masalahnya, menjadi lebih lapang dan ikhlas karena hadiah Allah ini.

Masya Allah, duhai calon janin di rahimku, kehadiranmu yang belum utuh saja mampu menaikkan level semangat dan keikhlasan menjalani ujian dari Illahi Rabbi. Terima kasih atas anugerah ini.

Lebih Menjaga Kehamilan Karena Pengalaman Buruk Tahun Lalu

Belajar dari pengalaman saat keguguran tahun lalu, maka begitu tahu diriku positif hamil, aku berusaha semaksimal mungkin untuk menjaganya dengan baik. Menjaga asupan makanan dengan makan gizi seimbang, banyak makan sayur, protein, buah dan minum susu untuk ibu hamil sebagai tambahan nutrisi. Selain itu aku juga menjaga agar tidak terlalu lelah beraktivitas, memperbanyak ibadah, tilawah Al-Qur'an, dan lain-lain.

Karena kehamilan sebelum-sebelumnya aku tak rajin USG dan tahun lalu aku mengalami keguguran,  maka aku berusaha untuk USG di awal kehamilan ini, untuk memeriksa apakah janin ini baik-baik saja?

Yah, meskipun pada saat hamil anak pertama dan kedua beberapa tahun lalu aku USG hanya dua kali setiap hamil dan anak-anakku baik-baik saja, nyatanya ini tak berlaku pada kehamilan calon anak ketiga tahun lalu. Ia harus gugur karena janin yang tak berkembang. Akan kuceritakan di lain waktu, Insya Allah.

Kembali lagi pada USG. Sebagai ibu yang pernah keguguran, pastinya tidak ingin hal itu terulang kembali, kan? Maka aku mengajak suamiku untuk USG. Awalnya kami berniat melakukan USG pada dokter Della yang praktek di RS Vitalaya Pamulang. Karena kami sudah nyaman konsultasi dengan beliau, inipun berdasarkan pengalaman saat keguguran tahun lalu.

Pada tanggal 10 November, hari sabtu kami berangkat USG. Namun karena hari itu jadwal Dr. Della telah full, maka kami sepakat mencoba USG di Dr. Imelda yang praktek di klinik tepat di samping kiri RS. Vitalaya. Konsep klinik tempat praktek Dr. Imelda ini terbilang unik karena tergabung dengan Baby Shop yang bertajuk "Baby Prince Care". Jadi nampak dari depan terlihat seperti hanya sebuah toko perlengkapan bayi, padahal di dalamnya ada klinik tempat praktek Dr. Imelda.

Begitu kami masuk, takjub sih karena tempatnya kece, homey dan rapi banget. Gak perlu ngantri lama juga untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Dr. Imeldanya pun ramah, enak diajak konsultasi. Namun, karena saat itu aku keburu shock karena vonis Blighted Ovum oleh Dr. Imelda hingga aku tak sanggup mengeluarkan pertanyaan barang satupun mengenai kondisiku. Saat USG 2D, beliau menunjukkan adanya kantong kehamilan namun belum menemukan tanda-tanda adanya janin. Dilanjutkan dengan USG Transvaginal, namun tetap tidak nampak adanya janin, bahkan dicari di luar rahim pun tidak ada. Jatuhlah vonis Blighted ovum alias Kehamilan Kosong tersebut.

Foto hasil USG di klinik Dr. Imelda

Begitu keluar dari klinik, suami menanyakan apakah mau USG lagi di Dr. Della untuk memastikan keadaan rahimku. Akupun menyetujui dan kami masuk ke RS Vitalaya. Karena jadwal beliau hari itu sudah full, maka kami hanya mendaftar saja untuk check di hari senin tanggal 12 November. Hari itu kami pulang dengan perasaan yang campur aduk, hingga Shofa anak pertama kami beberapa kali menanyakan "Kenapa Bunda menangis?" saat dia melihat tetesan air bening yang jatuh di pipiku. Akupun tak kuasa menjawab pertanyaannya karena ia begitu ingin memiliki adik kecil lagi dan begitu bersemangat saat akan menemaniku USG, ingin melihat dede bayi, katanya. 😢

Bagaimana mau melihat dede bayi, lha bayinya aja gak ada? Hiks. Tuh, lihat di foto hasil USG-nya, gak ada gambaran janinnya, kan?

Belajar Menerima

Sesampai di rumah aku curahkan segala rasa, aku menangis sepuasnya, menumpahkan segala gejolak yang ada di hati. Begitu tenang, aku mengambil air wudhu dan sholat, mengadu kepada Allah, bertanya kepadaNYA apakah vonis dari Dr. Imelda itu benar? Ya, jauh di lubuk hatiku aku masih menginginkan keberadaan janin itu di dalam rahimku. Pikirku saat itu, seorang dokter bisa saja salah, kan?   

Bagaimana hasil tes USG yang kedua bersama Dr. Della? Lanjut ke part. 2 yaaa.... 😊


Salam Hangat,

Qoty Intan Zulnida






Terdiam merenung di bawah gulungan ombak
Mengenang guliran kabut menyeruak
Tengadah, menunduk, menerima
Suntikan energi
Membias

Menerima
Relakan terlepas
Tadahkan tangan meminta
Hanya kepada Yang Esa
Bersihkan hati, olah pikir merasa

Lepaskan segala beban yang mengganjal
Luapkan semua emosi fana
Bebaskan hati, pikiran 
Jernihkan rasa
Menengadah

Pintaku
Mendekat kepadaMU
Semakin dekat memelukMU
Hingga pertolonganMU datang
Hadirkan solusi indah, buah tawakkal 


Pondok Petir, 14 Desember 2018 
03.45 wib 


Selamat pagi, Bunda!
Depok diguyur rahmat setiap siang hingga sore dalam beberapa hari belakangan, bagaimana dengan kotamu? Pagi ini saya mau share tips menghafal al-qur'an untuk balita, ya. Semoga bermanfaat!

Sudah lihat balita yang ada di foto di atas? Atau, sudah mengenalnya? Ya, dia adalah anak lelaki saya yang nomor dua. So, tips menghafal al-qur'an yang saya bagikan ini berdasarkan pengalaman pribadi, ya.

Kemampuan yang mencengangkan

Banyak yang mengira bocah ini masih 2th-an padahal usianya udah 3,5th. Tersebab postur tubuhnya yang mini. 😂

Banyak yang 'gumun' karena sejak usia belum genap 2th bocah ini sudah banyak omong. Semakin kesini semakin ceriwis sudah bisa bercerita menyampaikan perasaan dan khayalan tentang apapun.

Jangankan orang lain, bahkan ayah bundanya aja sering terbengong-bengong karena tetiba bocah ini sudah bisa berhitung 1-10, bahkan sekarang sudah bisa sampe 15. Juga tetiba bisa bilang, 'bund itu bentuk segitiga, ya' 'itu seperti bentuk lingkaran' 'kalo itu bujur sangkar' padahal belum ada yg ngajarin.

Jika sedang belajar bersama dengan temannya yang usianya di atas dia, justru jawabannya dia lebih banyak benar daripada temennya itu. Karena ternyata dia udah tahu mana angka 1, 2, 3, 4, dst hingga angka belasan pun dia udah tahu. Saya sempat kaget, sebab awalnya saya pikir dia baru ngerti angka 1-10. Bahkan ketika memegang kapur berwarna dan dia mencoret-coret di tembok rumah, ternyata dia menuliskan angka 1, 2, 3. Menakjubkan!

Selain mengenai huruf dan angka, yang lebih mengejutkan adalah ketika ia tiba-tiba membaca surat al-kafirun. Padahal setiap mengaji setelah shalat subuh di masjid, dia sering tidur di pangkuan saya sementara saya membacakan surat-surat pendek untuk sang kakak yang berusia lima tahun. So awesome!

Flashback dulu, saat belum genap 2 tahun, dia yang udah bisa mengucap satu dua kalimat sederhana tiba-tiba melafalkan al-fatihah dengan lengkap, meski belum jelas pengucapannya. Tapi full dia baca 7 ayat. Masya Allah.

Hingga saat ini udah hafal beberapa surat pendek di juz amma hingga surat al-fiil. Padahal sang bunda baru mengajarkannya sampe al-ikhlas. Nah, loh darimana dia bisa semua itu?

Setelah sang bunda menganalisa, ternyata anak ini memang audio visual banget, dominan audio. Jadi dia mengingat hanya dengan mendengar. Berbeda dengan gaya belajar kakaknya yang mesti menirukan untuk bisa ingat dan hafal.

Jadi, ternyata bocah ini tiba-tiba hafal surat al-kafiruun dan al-fiil tanpa diajarkan oleh bundanya, adalah karena ketika bunda membacakannya berulang untuk sang kakak, telinganya ikut menyimak dan mendengarkan meski raganya sedang bermain atau bahkan tidur.
------------



So, ini dia tipsnya: 

Tips Menghafal Al-Qur'an Untuk Balita:

1. Konsisten sejak kecil, bahkan sejak bayi hanya memperdengarkan yang baik-baik saja. Misal memperdengarkan murottal, sholawat, suara ayah-bundanya yang tilawah, dll.

2. Membuat jadwal mengaji dan atau belajar. Jika masuk waktunya mengaji sang anak sedang tidak mau mengaji, tidak usah dipaksa. Biarkan saja ia bermain, sedangkan kita tetap membacakan surat-surat pendek dengan suara keras dan jelas di dekatnya.

3. Membiasakan mengajaknya sholat berjamaah di masjid, terutama untuk anak laki-laki. Saat sholat pun usahakan untuk membiasakan memakai baju koko dan peci agar terbiasa menutup aurat dan berpakaian sopan ketika menghadap Allah.

4. Konsisten 'meninabobokan' dengan membacakan surat-surat pendek yang telah dihafal, jadi sekalian ia murojaah. Sedangkan untuk surat yang akan dihafal, bacakan berulang 4-5 kali dalam satu waktu.

5. Membiasakan mengajak dia membaca doa setiap akan melakukan kegiatan. Jadi tanpa kita tuntun untuk menghafal dia akan hafal dengan sendirinya.

6. Bacakan kisah-kisah teladan Nabi dan sahabat. Atau cerita apapun yang mengandung pesan moral yang baik. Ini akan menambah perbendaharaan kosakata buat si anak.

7. Jangan lupa terus doakan anak-anak kita agar dikaruniakan rasa Cinta dan iman yang kokok kepada Allah dan Rasul-NYA. Jika bercita-cita memiliki anak-anak yanh hafiz-hafizah, maka doakan demikian, minta Allah mudahkan prosesnya.

Segitu dulu deh, yaa tipsnya dari saya. Silakan jika mau menambahkan. Kita disini sama-sama belajar mendidik anak-anak kita dengan baik, karena itulah tugas kita sebagai orangtua.

Tips di atas bisa diterapkan untuk semua anak dengan gaya belajar apapun. Namun akan lebih efisien jika kita bisa mengenali gaya belajar anak kita. Karena beda anak akan beda hasil dan penerapannya. Cmiiww. 😄

Selamat mencoba!

Salam hangat,

Qoty Intan Zulnida