Beberapa pekan terakhir menjadi masa-masa yang penuh dengan rasa. Ada manis, asem, asin, rame rasanya. Penuh dengan tawa, canda, tersipu malu hingga jerit tangis. Apa pasal? 

Ya, situasi di luar yang belum kondusif mengharuskan anak-anak untuk belajar di rumah. Ayahnya anak-anak harus bekerja dari rumah pula. So, rumah yang tadinya rame oleh ulah anak-anak saja sekarang makin rame dengan kehadiran ayahnya yang #dirumahaja selama beberapa pekan belakangan. 

Memang sih, anak-anak saya belum ada yang sekolah jadi harusnya sama aja donk dengan kondisi sebelumnya. Oh tidak, tetap berbeda karena biasanya suami jarang di rumah. Namun selama 14 hari terakhir bahkan mungkin hingga Ramadhan menjelang do'i akan selalu stay #dirumahaja. 

Terus apa bedanya suami kerja di rumah dengan kerja di luar rumah? 

Bedanya adalah, saya jadi harus siap masak kapanpun dibutuhkan. Apalagi anak-anak saya bener-bener enggak keluar rumah bahkan hanya untuk jajan. Sehingga menyebabkan kita harus lebih rajin berkreasi membuat sesuatu di dapur. 

Selain itu, adanya wabah pandemi ini juga membuat saya, suami dan anak-anak makin rajin bebersih rumah. Makin sering mandi dan mencuci pakaian. Belum lagi mengurus dan meng-ASIhi si bayi yang baru berusia 4 bulan ini. So, hayati lelah, Bang. 

Karena itulah saya merasa belakangan ini lebih mudah lelah hingga mempengaruhi emosi dan pikiran saya. Mood memburuk dan itu bisa berakibat stress yang ujung-ujungnya bisa melemahkan imunitas tubuh. Duh, Gusti. Please... Kuatkan imunitas tubuh kami agar mampu melawan covid-19. Konon katanya virus ini akan lumpuh jika imunitas tubuh kita kuat, bukan? 

Apa yang harus dilakukan agar imunitas tubuh bisa meningkat? Salah satunya dengan #MandiParfum. Mandi itu selain membuat badan bersih dan wangi, juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh lho. Apalagi jika mandinya menggunakan air dingin. 

Korelasinya begini, daya tahan tubuh seseorang itu dipengaruhi air yang digunakan untuk mandi. Jika mandi dengan air dingin, tubuh akan menggigil. Nah, respon itu membuat suhu alami tubuh meningkat. Hal ini memicu hormon kortisol meningkat sehingga tubuh menjadi rileks. 

Seperti yang kita tahu bahwa kondisi tubuh yang rileks dapat meningkatkan imunitas. Itulah kenapa belakangan ini saya sangat sering mandi. Terlebih setelah sempat baca postingan teman yang mandi parfum dengan Vitalis Body Wash. Auto pengen nyobain juga. 



Kenapa pilih Vitalis Body Wash? 

Sebagai ibu rumah tangga yang sehari-harinya di rumah dan berkutat dengan urusan domestik yang tak ada habisnya pasti butuh sedikit pengalihan untuk me time. Me time yang mudah dan murah ya mandi. Apalagi jika #mandiparfum dengan Vitalis Body Wash yang memiliki aroma wangi yang segar dan unik. Mood membaik, tubuh rileks, imunitas pun meningkat. Sungguh sesuatu yang menyenangkan, bukan? Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. 

Tiga Varian Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash 

Saya pun bersyukur karena Vitalis Body Wash punya tiga varian yang berbeda. Wangi parfum dari ketiganya begitu manis dengan nutrisi dan manfaat yang tepat untuk kulit lembut dan wangi. 

Saya udah coba semua varian yakni Soft Beauty (kemasan ungu), White Glow (kemasan pink) dan Fresh Dazzle (kemasan hijau). Namun saya paling suka yang Fresh Dazzle karena wanginya betul-betul menenangkan.

  • Vitalis Body Wash Fresh Dazzle
Sabun mandi vitalis varian Fresh Dazzle ini mengandung ekstrak buah jeruk Yuzu dan teh hijau. Buah jeruk yang berasal dari Jepang ini rasanya asam sehingga jarang dimakan. Namun karena aromanya yang kuat maka jeruk ini sering digunakan sebagai campuran parfum atau wewangian lainnya, salah satunya Vitalis Body Wash ini. 

Sedangkan teh hijau seperti yang kita ketahui memiliki banyak khasiat. Diantaranya mempercantik, melembabkan, dan menarik kotoran yang tertinggal di  kulit. 

So, perpaduan ekstrak buah Yuzu dan teh hijau ini menghasilkan wangi yang amat menenangkan sehingga membuat mood naik dan membaik serta melembabkan kulit. Sesuai dengan klaimnya yakni Skin Refreshing, menyegarkan kulit. Kombinasi yang sempurna, bukan? 


  • Vitalis Body Wash Soft Beauty 
Vitalis Body Wash dengan kemasan botol warna ungu ini mengandung ekstrak buah alpukat dan vitamin E. Dimana kedua bahan ini sangat bagus untuk menutrisi kulit. 

Skin nourishing dengan wangi yang glamour menjadikan kulit semakin wangi, lembut dan elastis. Jadi makin disayang suami deh. Suami makin nagih nowel-nowel kulit kita. Aiihh... 


  • Vitalis Body Wash White Glow  
Vitalis Body Wash yang dikemas dengan botol berwarna pink ini mengandung ekstrak Licorice dan susu. Menjaga kulit semakin bersih dan bersinar. Dengan wanginya yang lembut membuat diri ini semakin dikagumi. 

Ketiga varian ini memiliki wangi yang berbeda di setiap aroma yang menguar di setiap tarikan napasnya. Meninggalkan kesan yang mendalam bagi siapapun yang berpapasan dengan kita. 


Packaging

Vitalis Body Wash ini dikemas dalam kemasan botol berukuran 200ml. Menggunakan tutup flop yang memudahkan kita dalam pemakaian karena tinggal ditekan saja di salah satu sisinya. 

Kelebihan bentuk packaging ini adalah anti tumpah. Meski kondisi tutup dalam keadaan terbuka namun isinya tidak tumpah keluar ketika botol dalam kondisi miring. 

Ukuran 200 ml tidak terlalu besar, namun tidak pula terlalu kecil. Masih bisa dibawa ketika travelling sehingga tidak khawatir lagi dengan bau badan. 


Cara Pakai

Untuk bisa menikmati sensasi #MandiParfum yang sebenarnya bisa langsung tuangkan sedikit cairan ke spons atau langsung ke telapak tangan. Kemudian busakan dan usapkan ke seluruh tubuh. 

Selanjutnya nikmatilah aroma wangi yang menguar di seluruh ruangan kamar mandi. Begitu lembut, menyegarkan dan membuat mood meningkat. Tubuh jadi rileks hingga imunitas pun meningkat. 

Karena imunitas ini penting untuk dijaga apalagi di kala wabah pandemi seperti saat ini. 

So, buat kamu yang tetap stay #dirumahaja jangan lupa selalu mandi dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash agar tubuh selalu rileks imunitas tubuhmu tetap terjaga. 

#VitalisXKEB
#MandiParfum 






Referensi: 
https://kesehatan.kontan.co.id/news/mandi-air-dingin-bisa-meningkatkan-daya-tahan-tubuh-begini-analisanya?page=all
https://www.pesonavitalis.com/product/body-wash
https://www.idntimes.com/health/fitness/indah-shaliha/manfaat-buah-yuzu-exp-c1c2/full
https://www.liputan6.com/health/read/3558389/15-manfaat-teh-hijau-tinggi-zat-antioksidan-bikin-langsing-hingga-cegah-kanker


Di tengah wabah yang sedang berlangsung bahkan statusnya menjadi pandemi ini, kita bagaikan hidup dalam ketidakpastian. Gerakan social distancing dan #StayAtHome pun gencar digaungkan untuk dilakukan. Meskipun masih ada sebagian masyarakat yang belum paham benar mengenai hal ini. 

Sebagai narablog yang memang #BerkaryaDariRumah saya pun banyak menghabiskan waktu di rumah. Mengurus rumah tangga, mengasuh dan mendidik anak-anak, berpartner dengan suami dan 'bekerja' di rumah. Tentulah saya bisa leluasa berdiam diri di rumah tanpa ada rasa khawatir. 

Lantas bagaimana dengan sebagian besar saudara kita yang memang harus bekerja di luar? Rekan-rekan tenaga medis yang berada di garda terdepan perjuangan Indonesia melawan covid-19, para pedagang kaki lima, tukang sampah, pemulung, para driver ojek online, tukang ojek pangkalan, dan ragam profesi lain yang penghasilannya harian. Hasil kerja hari ini untuk makan besok dan seterusnya. Bagaimana nasib mereka? *hiks

Untuk itu, bagi yang bisa bekerja dari rumah, please, tetaplah di rumah. Jangan keluar kecuali untuk hal yang mendesak. Misal, membeli kebutuhan pangan atau medis untuk keluarga. Sedangkan bagi saudara kita yang harus bekerja di luar, tetap waspada dan jaga diri. 

Jaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain dan terapkan etika batuk dan bersin jika memang sedang batuk atau bersin. Serta perkuat imunitas tubuh kita agar tubuh punya kekuatan untuk melawan berbagai virus, kuman maupun bakteri yang mungkin hinggap di tubuh kita. 


Mengenal lebih dalam mengenai sistem imunitas tubuh 

Imunitas adalah mekanisme tubuh manusia untuk melawan dan memusnahkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Sistem imunitas yang ada di dalam tubuh manusia merespon masuknya bakteri dan virus ke dalam tubuh kita melalui mekanisme yang cukup rumit dan kompleks. 

Sistem pertahanan tubuh kita ada beberapa lapis dan melibatkan banyak sel. Jika kekebalan tubuh kita bagus, bakteri dan virus dapat dilawan dan penyakit pun sirna. 

Karena itulah kita perlu melakukan beberapa hal untuk memperkuat imunitas tubuh kita. 


Apa saja yang bisa dilakukan untuk perkuat imunitas?

Tubuh kita dipengaruhi oleh imunitas tubuh. Jika imunitas tubuh kita kuat, kecil kemungkinan akan terserang penyakit. Begitupun sebaliknya. 




Yes To Do

  • Banyak mengonsumsi buah dan sayur 
Tidak dapat dipungkiri bahwa tidak sedikit dari makanan yang kita konsumsi menghasilkan radikal bebas dalam tubuh. Untuk itu kita perlu antioksidan untuk menetralisasi radikal bebas sehingga mencegah kerusakan dalam fungsi organ tubuh. 

Banyak mengonsumsi makanan kaya antioksidan dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh untuk memerangi infeksi. Buah yang berwarna seperti jeruk, kiwi, anggur merah, dan lain-lain serta sayuran hijau mengandung antioksidan tinggi. 

So, jangan malas makan buah dan sayur lagi, ya. Karena vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah dan sayur dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. 

  • Disiplin minum air putih yang banyak 
Selama ini saya sudah menerapkan ini, sih. Karena memang sudah jelas manfaatnya bagi tubuh kita. Toh memang 70% dari tubuh kita adalah air, kan? 

Namun melihat banyak teman, anak, saudara bahkan pasangan kita yang kadang malas minum air putih yang banyak tuh bikin sedih, ya. Sekarang saatnya bagi kita mengkampanyekan hal ini lagi. Karena banyak minum air putih dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. 

Keberadaan air yang cukup dalam tubuh kita menjaga seluruh sistem di dalam tubuh berjalan lancar dan sempurna, termasuk sistem imunitas kita. Nah, usahakan banyak minum air putih ya, jangan minum yang berwarna dulu deh.  
  • Istirahat yang cukup dan mengurangi begadang
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk menjaga metabolisme tubuh. Umumnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 6-8 jam sedangkan anak-anak 8-10 jam. 

Yang perlu diketahui, bahwa secara medis cukup tidur dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Karena pada saat tidur terjadi proses peremajaan dan pemulihan energi pada tubuh dan otak. 

So, upayakan agar waktu tidurnya cukup dan berkualitas ya, Mommies.  
  • Rutin berolahraga 
Usahakan agar tubuh terus bergerak dengan berolahraga minimal 30 menit setiap hari, ya. Dimulai dengan yang paling simpel aja, yakni jalan kaki atau bersepeda keliling komplek. Ingatlah bahwa olahraga setiap hari dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita dalam melawan infeksi. 
  • Meditasi atau relaksasi
Beberapa teknik relaksasi untuk mengurangi stress dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Marilah kita jaga asupan bacaan kita agar membaca hal-hal yang positif saja terkait wabah pandemi covid-19 ini. 
  • Lebih menjaga kebersihan 
Mommies tentulah sudah biasa menjaga kebersihan dan kerapian dalam rumah. Namun dalam kondisi negeri kita seperti sekarang, tidak ada salahnya Mommies meningkatkan tingkat kebersihan di lingkungan rumah. Jangan lupa ingatkan juga anggota keluarga untuk sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. 
  • Berjemur untuk mendapatkan vitamin D3
Dilansir dari kompas.com bahwa waktu berjemur yang bagus di pagi hari itu sekitar pukul 10.00 wib, bukan lebih pagi dari itu. Hal ini dikarenakan yang kita butuhkan adalah ultraviolet B. Nah, sinar ultraviolet B yang mengandung pro vitamin B3 bersama kolesterol di bawah kulit kita akan membentuk vitamin D3. Vitamin D3 inilah yang menjadi sumber kekebalan tubuh kita. 

Durasi berjemur ini pun tidak perlu terlalu lama, cukup 10-15 menit saja. 

Perlu dingat bahwa kita berjemur bukan untuk mematikan virus maupun bakteri yang ada dalam tubuh atau di permukaan kulit kita. Melainkan untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita agar tidak mudah terserang penyakit.    
  • Lengkapi dengan minum vitamin atau suplemen tambahan
Seringkali kita membekali diri kita dengan asupan tambahan selain kandungan dari makanan yang kita makan. Ini boleh saja namun disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter atau ahli gizi. Agar kita tahu vitamin apa saja yang masih perlu ditambah dan dibantu dengan suplemen. 

Karena sebenarnya minum vitamin tambahan tidak diperlukan kecuali jika telah didiagnosa kekurangan vitamin atau nutrisi tertentu, ibu hamil atau kondisi khusus lainnya. 

Jika melengkapinya dengan minum ramuan jamu tradisional dari rimpang-rimpangan boleh saja karena tidak ada efek samping khusus. 
  • Berdoa 
Last but not least, yang utama tetaplah berdoa. Memohon kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa menjaga dan melindungi kita semua. Serta berdoa semoga wabah pandemi ini segera berlalu. 


Not To Do 

Tahukah Mommies, bahwa ada beberapa hal yang jika dilakukan justru akan menurunkan sistem kekebalan tubuh kita. Apa sajakah itu? 
  • Tidak menjaga asupan makanan
Seringkali karena dalih kesibukan bekerja membuat kita mengonsumsi makanan cepat saji ataupun makanan lain tanpa memperhatikan kandungan gizinya. Pun begitu dengan makanan yang mengandung bahan pengawet. 
  • Kurang berolahraga atau malas bergerak (mager)
Ketika tubuh kita malas bergerak, sistem imun pun turut malas. Ketika jarang berolahraga, berakibat susah tidur atau obesitas. Tentu hal ini tidak baik bagi kesehatan tubuh. 
  • Merokok dan minum alkohol
Merokok membuat kekebalan tubuh menurun drastis. Perokok juga beresiko tinggi terjangkit penyakit infeksi, terutama pada saluran pernapasan. Sedangkan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mempengaruhi fungsi hati yang memiliki peran penting dalam memelihara sistem kekebalan tubuh. 
  • Konsumsi makanan mentah
Terlalu banyak mengonsumsi makanan mentah seperti sushi, sashimi, kerang oyster, tartar beef dan sejenisnya tidak baik untuk tubuh. Karena makanan yang tidak dimasak sempurna justru menjadi markas bakteri dan parasit usus. Nah, bakteri itulah yang melemahkan sistem kekebalan tubuh kita. 
  • Sering begadang
Percayalah bahwa tidur yang cukup akan meningkatkan daya tahan tubuh. Maka, sering begadang mengakibatkan kurangnya waktu tidur dan berakibat pada menurunnya daya tahan tubuh kita. 
  • Terlalu serius 
Terlalu serius dalam menanggapi sesuatu bisa memicu stress, lho. Maka, hiburan juga perlu untuk merilekskan otak dan tubuh kita agar lebih sehat dan bahagia. 

Resep olahan minuman seduh praktis dan sederhana

Salah satu upaya meningkatkan daya tahan tubuh adalah mengonsumsi ramuan tradisional. Diantaranya jahe, kunyit, temulawak, sereh dan kayu manis. 



Temulawak dan kunyit mengandung kurkumin yang bersifat antioksidan dan bisa menurunkan peradangan. Selain menjaga daya tahan tubuh, temulawak juga mampu melindungi organ hati. 

Senyawa gingerin pada jahe bisa untuk antiinflamasi atau mengatasi radang flu. Sedangkan kayu manis banyak mengandung kalsium, serat, vitamin B6, magnesium, zat besi, vitamin A, karbohidrat dan vitamin C. Ditambah sereh yang mengandung antioksidan untuk melawan radikal bebas. Maka cocoklah semua bahan ini untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh. 

Dilengkapi dengan madu yang sama-sama kita tahu memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Minuman sehat berkhasiat rutin dikonsumsi setiap hari membuat daya tahan tubuh semakin kuat. 

So, Mommies udah coba minuman ini belum? Semoga kita semua senantiasa sehat, yaaa. Stay safe, stay healthy everybody...... 







Sumber referensi: 
https://darilaut.id/berita/jaga-kekebalan-tubuh-untuk-kurangi-risiko-covid-19
https://www.sahabatnestle.co.id/content/gaya-hidup-sehat/tips-menjaga-daya-tahan-tubuh-dengan-mengurangi-kebiasaan-buruk.html
https://www.alodokter.com/berbagai-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-agar-tidak-mudah-sakit
https://www.halodoc.com/6-tips-menjaga-daya-tahan-tubuh-di-musim-pancaroba
https://health.grid.id/read/352073697/jangan-salah-banyak-minum-bukan-untuk-membunuh-virus-corona-namun-bantu-imunitas-tubuh
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200302205551-255-479914/rekomendasi-rempah-tradisional-untuk-menjaga-daya-tahan-tubuh?
https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/22/190300765/manfaat-ultraviolet-b-untuk-imunitas-berjemur-sebaiknya-dilakukan-di-jam
https://in.vaccine-safety-training.org/how-the-immune-system-works.html
Bismillah... Postingan pertama di bulan Maret nih...



Masya Allah, udah masuk Minggu kedua baru bisa ngisi blog. Kemarin kemana aja??? Hehe setiap weekend ada aja acaranya. Pekan pertama Edutrip Bebelac Jakarta sedangkan pekan kedua kondangan dan silaturahim ke rumah adik di Tangerang.

Nah, sekarang, pekan ketiga insya Allah free... Siap ngebut posting mulai hari ini. Eh, btw, weekday ngapain? Pergi juga? Nggak sih, weekday ada di rumah cuma ya sibuk ama tiga bocil.

Kebetulan setelah dari Jakarta si bayi sempat sakit. Alhamdulillah jelang pekan kedua udah membaik.
Semoga kita semua senantiasa sehat ya.


Pengalaman Menginap Di Ascott Kuningan Jakarta

Kali ini aku mau berbagi cerita saat menginap di Ascott Kuningan. Meskipun cuma semalam saja namun sangat berkesan bagi kami.

Ketika Jumat siang kami sekeluarga dijemput oleh travel dan diantar ke hotel, awalnya info yang kami dapat kami akan menginap di hotel Raffles Kuningan. Namun di tengah perjalanan driver mengatakan bahwa ia baru saja mendapat info bahwa penginapan dialihkan ke Ascott Kuningan.

Waw, surprise donk. Tapi bagiku sih apapun hotelnya sama saja, toh kami tinggal menginap dan menjalani itinerary dengan baik.

Meskipun sempat muter-muter karena driver dan kami sama-sama gak tahu lokasi, akhirnya sampailah kami di hotel Ascott pada pukul 16.30 wib.

Ketemu PIC event di lobi, di brief mengenai agenda hari itu, kemudian kami masuk ke kamar untuk beristirahat.
Lobi Ascott yang cukup nyaman dengan beberapa sofa dan koran

Ketika masuk ke kamar Masya Allah... Kamarnya luas banget. Begitu kita buka pintu, langsung disuguhi meja makan dan nakas beserta buah dan welcome drinknya. Di sisi sejajar dengan pintu ada lemari besar.
Ruang tamu 

Masuk lebih ke dalam lagi ruang tamu dengan TV LED menyambut kami. Suami membuka tirai jendela mendapati pemandangan taman dan kolam renang yang indah. Auto pengen nyemplung deh. Hihihii



Ohya, kamar kami saat di Ascott ada di lantai 22. Apartemen Premier 2 kamar tidur yang kami tempati ini luasnya 110 meter persegi. Kapasitas 5 orang (2 dewasa dan tiga anak) dengan penambahan box bayi free. Harga sewanya sekitar 2,7-2,9 juta rupiah per malam. 


Aku merasa ini mewah banget, lengkap dah fasilitasnya. Terlalu besar untuk kami yang hanya berempat termasuk bayi. Disediakan juga sabun+sampo bayi karena memang aku menginfokan kepada panitia bahwa akan membawa serta bayi berusia 3 bulan ini.





Jadi fasilitas apa aja yang ada di kamar ini?

  • Ruang tamu
  • Dapur
  • Meja Makan dan peralatan makan lengkap
  • Air mineral 4 botol
  • Buah-buahan segar
  • Kulkas
  • Kompor dan peralatan memasak lengkap
  • Mesin cuci
  • Tempat jemuran
  • Tempat sampah di setiap ruangan
  • Dua ruang tidur (ruang tidur utama dengan King bed dan ruang tidur anak dengan twins bed)
  • TV di ruang tamu, ruang tidur utama dan ruang tidur anak (di ruang tidur anak TVnya udah disetting channel cartoon for Kids)
  • Toilet ada dua. Di ruang tidur utama dan di samping ruang tidur anak.
  • Bathroom dengan shower dan bathub
  • Brankas
  • Setrika dan papan setrika
  • AC di setiap ruangan
  • WiFi
  • Meja Kerja di dalam ruang tidur utama

So, fasilitas kamarnya lengkap banget bukan? Untuk menginap sekeluarga dengan dua atau tiga anak cukuplah. Bisa sekalian mencuci dan memasak juga kalau mau.

Sayang aku menginap di Ascott hanya semalam saja karena malam berikutnya kami pindah ke Raffles. Jadi belum sempat mencoba mencuci dan memasak disana.






Tentang Ascott Kuningan Jakarta

Ascott ini merupakan aparthotel a.k.a apartemen semi hotel karena sistem sewanya per malam. Fasilitas umum yang tersedia disini cukup lengkap diantaranya restoran, kolam renang outdoor, pusat kebugaran, lapangan tenis outdoor dan pusat bisnis. 

Jika ingin berbelanja kebutuhan, tinggal jalan ke gedung sebelah udah sampai ke Lotte Shopping Avenue. Dekat juga dengan Mall Kota Kasablanka. Gedung yang terdiri atas 185 kamar dalam 31 lantai letaknya amat strategis. Sehingga bisa jadi pilihan untuk beristirahat kala ingin menikmati pusat kota Jakarta.  

Bagi pengunjung yang datang dari luar kota, disediakan fasilitas antar jemput dari dan ke bandara dengan biaya tambahan. Untuk sarapan ala kontinental pun disediakan dengan tambahan biaya. So, lebih baik bawa bahan masakan praktis dan memasak sendiri di kamar saja, ya. 

Kalau kami kemarin karena sudah disiapkan oleh panitia maka kami sarapan dan makan siang di Hotel Raffles. 


Ascott Yay?

Menurutku Yay, karena kami sangat menikmati fasilitas yang ada. Sayangnya sih belum sempat nyobain berenang di kolam renangnya juga karena keterbatasan waktu. So far semua fasilitas oke.

  • Kamar bersih dan luas
  • Ruang tidur ada dua sehingga memungkinkan orangtua memiliki privasi dari anak-anak
  • Hiburan oke karena tersedia TV di ruang tamu dan ruang tidur
  • Kegiatan rumah tangga oke karena disediakan kompor dan mesin cuci hingga setrika
  • Aware terhadap tamu dengan menyediakan sabun dan sampo bayi juga.
  • Resepsionis dan pelayan hotel ramah
  • Lobi cukup nyaman meski tidak terlalu luas

Sejauh ini aku belum melihat ada kekurangan dari Ascott. Ini memang tipe apartemen ya sehingga room-nya pun luas dengan beberapa partisi ruangan seperti di rumah saja.

Kalau kalian, udah pernah menginap disini? Atau akan ke Jakarta dalam waktu dekat? Bolehlah menginap disini bersama keluarga. Nyaman banget euy!


Ascott Kuningan Jakarta
Ciputra World 1 Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta 12940 







Di era serba digital sekarang ini, berbagai macam situs dan aplikasi start up bermunculan. Kehadiran mereka semakin memudahkan kita sebagai penggunanya. Dari start up ojek online, marketplace, hingga kesehatan.


Salah satunya yakni situs website sehatQ.com. Situs ini amat membantu kita mengenali lebih jauh mengenai kesehatan kita. Unduh versi aplikasinya juga di playstore untuk semakin memudahkan kita berinteraksi.

Situs websitenya mudah diakses, informasi yang disajikan lengkap dan terperinci. Aplikasinya pun mudah diunduh dan free.

Banyak pilihan menu yang ditawarkan disini, diantaranya:
  • Obat
Disini dijelaskan secara lengkap dan detail mengenai fungsi obat, komposisinya, manfaat hingga efek samping dari konsumsi obat tersebut.
  • Artikel
Banyak banget ulasan mengenai segala yang berbau kesehatan disini. Dari berbagai penyakit, himbauan, solusi seperti bayi tabung, dan sebagainya.
  • Dokter
Disini kita juga booking dokter secara langsung melalui aplikasi. So, bisa langsung datang ke rumah sakit pada jadwal dokter yang dipilih.
  • Rumah Sakit
Profil rumah sakit ditulis secara lengkap beserta daftar dokter yang praktek di rumah sakit tersebut. Penilaian pengunjung juga tertera jelas melalui bintang yang didapatkan. Ada 2000 lebih rumah sakit yang direkomendasikan disini.
  • Penyakit
Berbagai macam penyakit diulas secara lengkap dan gamblang. Dari faktor penyebabnya hingga bagaimana pengobatan dan cara pencegahannya.
  • Tindakan Medis
Beragam istilah tindakan medis yang seringkali tidak kita mengerti, dijelaskan secara gamblang disini. So, kita bisa lebih mengerti tindakan apa yang sebaiknya diambil terkait vonis penyakit pada diri kita.
  • Promo
Banyak promo menarik dari berbagai rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang dipaparkan disini. Kita bisa memilih sesuai paket yang dibutuhkan.
  • Forum
Forum diskusi terbuka berisi tanya jawab oleh pengguna dan dokter ahli. Membuat kita tak perlu bingung lagi atas sesuatu karena bisa dibahas disini.
  • Acara
Ragam acara yang diselenggarakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan mungkin bisa bermanfaat untuk Mommies. So, pantengin terus dan cari tema yang sesuai untuk didatangi dan menambah wawasan kita.


Kita juga bisa chat dengan dokternya langsung loh untuk tanya jawab. Namun dibatasi hanya pada senin-jumat pukul 07.00-20.00. So, pastikan sesuai jadwal yaa.

Di kehamilan saya yang terakhir kemarin, tak jarang mengalami berbagai macam keluhan. Mudah lelah, sering pusing hingga kontraksi palsu sebelum waktunya.

Sebagai ibu hamil tentu worry donk. Dengan adanya sehatQ.com kekhawatiran berkurang karena kita bisa chat langsung dengan dokter spesialis kandungan tanpa harus nunggu berminggu-minggu lamanya.

Sayangnya kemarin saat masih hamil saya belum tahu mengenai situs ini. Sehingga saya mengalami yang namanya memendam kekhawatiran karena harus menunggu seminggu setelah booking dokter untuk dapat bertemu dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

Menurut saya, inilah salah satu kelebihan di aplikasi sehatQ. Yakni informasinya lengkap banget, semua ada. Bahkan keterangan lengkap mengenai kandungan suatu obat sampai efek samping dan dosis minumnya pun ada. 

Padahal jika kita mendapatkan obat dari dokter jarang kan yang menjelaskan sedetail itu.

Yap. Sekarang saya bersyukur mengetahui keberadaan situs kesehatan yang amat lengkap ini. 

Kapanpun mengalami kejadian yang tak mengenakkan, tak perlu panik. Buka saja aplikasi sehatQ dan cari tahu disitu. Bisa langsung chat dengan dokter, melalui artikel yang ada atau mau langsung booking jadwal dokter di rumah sakit terdekat pun bisa.

So, masih ragu akses sehatQ? Kalo saya sih enggak!



Bismillah, postingan pertama di bulan Februari nih. 

Kali ini saya mau memposting cerpen karya saya hampir dua tahun lalu. Saat itu, beberapa bulan setelah mengikuti workshop writerpreneur yang diselenggarakan oleh BEKRAF di Madiun. 


Cerpen ini dimuat dalam buku antologi bersama alumni workshop yang sama. Yang baru launching dalam Bookfair di JCC September 2019 lalu. 


Proses pengumpulan naskah dan penerbitan buku ini lumayan panjang dan berliku. Ada sesuatu hal yang menjadi kendala dan tidak bisa dijelaskan disini. 


Saya mengirim dua naskah cerpen untuk proyek buku ini. Dan ini adalah cerpen pertama saya. Tentu saja masih banyak kekurangan disana-sini. 


Untuk itulah saya mengepost disini, agar pembaca sekalian berkenan memberikan krisan yang membangun. Demi perbaikan ke depannya. 


Meskipun saya belum tahu apakah akan berkarya di dunia fiksi lagi karena saya merasa dunia saya bukan disitu. Padahal saya suka banget baca cerita fiksi, loh. Namun dalam hal  menulis, saya lebih suka menulis nonfiksi. 




Sunrise In Bromo 

“Gara-gara Lo, nih, Daf! Kita jadi gak bisa dapetin foto yang cakep nanti,” Alesha bersuara ketus.

“Maaf, Al. Gue kan gak sengaja. Lagian seinget gue semalem tuh udah gue masukin ke dalam tas, kok, kameranya,” Dafina berusaha membela diri. Dia kesal kenapa juga Alesha si teliti itu harus mengabsen barang bawaan mereka ketika masih di pesawat. Alhasil begini nih jadinya, baru aja pesawat Air Asia yang mereka tumpangi lepas landas, Alesha udah sewot gara-gara kameranya ketinggalan.


“Kalo Lo udah masukin tuh kamera ke dalam tas, ya gak bakal ketinggalan, lah. Nyatanya?”


“Ya, maaf, Al.” Dafina memegang lengan Alesha, berusaha meminta maaf darinya. “Oh iya, Gue baru inget. Semalem waktu Elo udah tidur Gue sempet ngeluarin kamera buat ganti baterai, trus kameranya Gue taruh di samping tv,” Dafina menggaruk kepalanya yang tidak gatal, “Gue lupa masukin lagi kameranya ke tas sebelum berangkat. Maafin ya, Al. Gue salah.”


“Ah, Elo sih, Daf. Jadi rusak nih mood Gue.”


“Udahlah, Al. Nanti kita foto-fotonya pake kamera hp aja. Punya Lo kan bagus, tuh. Bening juga kok hasilnya. Gak kalah kan ama kamera gue.”


“Iya, tapi kan resolusinya lebih bagus kalo pake kamera, Daf!” Alesha mendengus.


Dafina mendekatkan ujung bibirnya ke telinga Al, “Al, udahan donk marahnya. Ghak enak tuh ama penumpang lain. Berisik.”

Alesha tak menyahut. Hening.


***

Dua gadis dengan perawakan sedang terlihat celingukan seperti sedang mencari seseorang. Bandara Juanda sepagi ini sudah ramai oleh pengunjung, baik yang baru datang maupun yang akan berangkat ke luar kota. Terlihat di berbagai sudut orang-orang dengan setengah berlari berlalu-lalang memburu waktu. 


Tak jauh dari tempat mereka berdiri, Nampak seorang pria jangkung dengan perawakan gagah mengangkat tangannya ke atas, menunjukkan kertas karton berukuran cukup besar bertuliskan; ALESHA-DAFINA. TRAVEL AGENT X. Aha, itu dia yang mereka cari. Bergegas mereka menghampiri pria itu.


“Permisi, Mbak. Dengan Mbak Alesha dan Mbak Dafina?” sapa pria itu ramah.


Dafina menjawab sembari mengulurkan tangan, “Iya, benar, Mas. Kenalin, saya Dafina. Ini teman saya, Alesha.” Dafina menyunggingkan senyum termanisnya.


“Halo, Mas. Saya Alesha. Dengan….Mas?”


“Saya Rio. Dari travel X. Mari, Mbak Alesha dan Mbak Dafina. Silakan masuk ke mobil. Saya bantu bawakan barang-barangnya.”


“Oke, makasih Mas Rio.” Seru mereka berdua serempak.


Kedua gadis itu tengah menikmati perjalanan mereka menuju Probolinggo. Saking bersemangatnya hingga tak ada rasa kantuk saat ini. Dafina mengeluarkan earphone dan gawainya. Menikmati alunan musik yang didengarnya dengan menggoyangkan kepalanya. Sesekali bibir mungilnya ikut bernyanyi dengan suara kecil. 


Sementara Alesha, memilih untuk membaca buku, melanjutkan novel yang dibacanya semalam. Sesekali ia memandangi view indah yang mereka lalui sepanjang perjalanan.


Empat jam berlalu, sampailah mereka di Kawasan Sungai Pekalen, di desa Ranu Gedang Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Begitu sampai di lokasi, Alesha dan Dafina beristirahat sejenak melemaskan otot tubuh mereka. Matahari sudah mulai meninggi namun udara tidak terasa panas, bahkan yang dirasakan adalah kesejukan.


“Daf, Elo ngerasa laper, gak?”


Dafina merasakan perutnya yang mulai bernyanyi keroncong, “Iya, Al. Kita ‘kan belum makan dari pagi. Pesen makan dulu aja, yuk!” Ujarnya sembari mencomot pisang rebus hangat yang disediakan.


“Iya, nih. Eh, tapi coba deh Lo minum ini. Hangat, sejuk di tenggorokan. Enak banget, deh.” Alesha kembali menghirup minumannya.


Rio menimpali, “Minuman itu Namanya Poka, Mbak. Itu minuman khas di Songa Adventure ini. Terbuat dari teh yang dicampur jahe, keningar dan kayu manis.”


“Oh, pantes. Enak, Mas. Hangat.”


“Mana, sini. Gue mau coba.” Buru-buru Dafina meraih gelasnya lalu menyeruputnya. “Iya, lho. Enak.”


“Silakan, mbak kalau mau makan dulu. Saya mau koordinasi dengan pemandu disini. Satu jam lagi kita mulai rafting-nya, ya.”


“Oke.” Alesha dan Dafina menjawab serempak.



***

“Jadi gini, Mbak. Karena Mbak Alesha dan Mbak Dafina rombongannya hanya berdua, jadi saat rafting digabungin dengan rombongan lain yang juga berdua. Gapapa, ‘kan, Mbak?” Pemandu rafting bertanya saat briefing.


“Gapapa, Mas. Oke aja, kok.”


“Baik, kalau begitu. Mari kita menuju start point. Sudah siap semua, ‘kan?”


“Siap!”


 “Daf! Lo lihat tuh! View disini tuh bagus banget! Sayang banget kita gak bawa kamera.”


“Ya udahlah, Al. Kita nikmati aja liburan kita disini, sepuasnya.” Dafina nyengir, dalam hatinya pun menyayangkan kamera yang tertinggal di rumah.


Alesha, Dafina dan dua peserta lain sudah siap di perahu karet. Pemandu pun siap di posisi belakang. Masing-masing memegang satu dayung. Teknik mendayung sudah diajarkan tadi ketika briefing. Dan setelah berdoa menurut keyakinan masing-masing, meluncurlah mereka menyusuri sungan Pekalen.


Rafting a.k.a arung jeram di sungai Pekalen ini ada beberapa pilihan kelas. Alesha dan Dafina memilih kelas tiga dengan jalur Pekalen Atas. Sungai dengan lebar 5-20 meter dan kedalaman air antara 1-3 meter ini memiliki tiga jalur. Yaitu jalur pekalen Atas kurang lebih berjarak 12 km, Pekalen Tengah kurang lebih 7 km, dan pakelan Bawah 9 km. Kebanyakan pengunjung memilih rafting di jalur Pekalen Atas, karena menawarkan keindahan panoramanya yang sangat memukau.



source: songarafting.wordpress.com
Rafting di Sungai Pekalen Atas, Alesha dan Dafina disuguhi pesona alam yang sangat indah. Selain berteman dengan hijaunya pemandangan yang nampak, perjalanan makin seru dengan banyaknya jeram yang dilalui dan air terjun yang dilewati. Kurang lebih ada tujuh air terjun yang mereka jumpai di jalur ini. Salah satunya, air terjun kelelawar dengan ciri khas jajaran air terjun yang amat cantik, suara dan juga aroma kotoran kelelawar. Tak kurang dari 50 jeram yang dilalui di jalur ini. Lengkap dengan namanya yaitu, Welcome, Batu Jenggot, Pandawa, Rajawali, Xtravaganza, dan lain-lain. Bahkan ada yang bernama jeram Inul karena setiap peserta harus bergoyang bak Inul saat melewatinya.

***


“Gila! Seru abis, Al! Keren!!” seru Dafina yang kesekian kalinya sambil membuka kaca mobil. Ia ingin merasakan hawa dingin udara disini. Sejak selesai rafting, Dafina tidak berhenti mengoceh tentang keseruan mereka rafting hari itu. 


“Iya. Gokil banget sampe kita hampir gak punya dokumentasi. Untung aja dari Songa Adventurenya nyediain kamera di beberapa sudut jadi kita bisa nebus foto-foto kita dari mereka. Kalau gak ‘kan kita gak punya foto sama sekali, Daf.”


“Iya, ya. Hehe. Nah makanya tuh, Al. Lo tenang aja lagi. Nanti waktu sunrise di Bromo kita foto pake kamera hp Lo aja.”


“Iya, Daf. Eh, tapi Gue paling seneng tuh pas kita dihujani air yang terjun dari atas tebing saat kita melintas di bawah air terjun. Segerr banget! Kalau Lo gimana?”


“Gue juga suka banget, Al. Rasanya pengen ngulangin lagi, deh. Next holiday kita kesana lagi, yuk!”


“Boleh. Tapi jangan kesitu lagi, ah. Kita rafting di tempat lain aja. Nanti kita browsing lagi, deh, tempat yang recommended buat rafting.”


“Oke. Hmm puas banget Gue 3,5 jam teriak. Huh, plong rasanya” gumam Dafina 


“Mas, ini kita langsung ke hotel, ‘kan?” tanya Alesha pada Rio, melihat hari sudah mulai gelap.


“Iya, Mbak. Setelah ini kita langsung ke hotel di daerah Cemoro Lawang. Free time. Besok jam tiga pagi harus sudah siap, kita jalan jam 03.15 dini hari ke Penanjakan 1, mbak.” Jawab Rio.


“Oke, Mas. Makasih, ya.”


“Kalau mas Rio, menginap di hotel juga?” tanya Dafina.


‘Ngapain Dafina nanya-nanya kayak gitu?’ batin Alesha. Namun ia diam saja.


“Nggak, Mbak. Saya pulang ke rumah. Gak jauh kok dari situ.”


“Ohh…”


Sesampainya di hotel, setelah mengantarkan Alesha dan Dafina check-in Rio pamit pulang.


“Daf, ngapain Lo nanya-nanya si Rio nginep disini apa nggak? Lo naksir?”


“Apaan sih, Lo! Gue nanya doank keles,” Dafina menjawab ketus


“Yee ni anak. Gitu doank ngambek.”


***


 Alesha terbangun ketika ketukan di pintu kamarnya sudah berubah menjadi gedoran yang cukup keras. Ia terkejut, terbelalak melihat jam dinding. Pukul 03.25. Wah, telat!


“Daf! Dafina! Bangun! Kita udah telat nih. Nanti gak kebagian sunrise-nya lho.” Alesha menggoyangkan tubuh sahabatnya itu dengan keras. Sementara yang dibangunkan hanya mengucek-ngucek mata.


Alesha membuka pintu kamar hotel. Tampak olehnya Rio yang sudah rapi sedang berdiri di depan pintu.


“Duh, maaf, Mas. Sudah lama, ya, disini? Sebentar ya, Mas. Kami siap-siap dulu.” Tergugup Alesha meminta maaf karena terlambat bangun.


“Iya, gapapa, Mbak. Saya tunggu di lobi, ya. Lima menit. Cukup, kan? Karena kalau kesiangan nanti gak dapet moment sunrise-nya, Mbak.”


“Iya, Mas. Lima menit. Makasih.”


Alesha bergegas menutup pintu dan terpekik karena Dafina belum juga bangun. Buru-buru ia menarik tubuh sahabatnya itu dan menyeretnya ke kamar mandi.


“Ih, apaan sih, Al. Alus dikit, napa. Kasar banget sih!” Dafina berontak.


“Cepetan, Daf. Kita Cuma punya waktu lima menit buat siap-siap. Udah telat banget nih. Udah setengah empat. Ayoo buruan!” Alesha berseru sembari menggosok giginya yang dilanjutkan dengan mencuci mukanya.


“Iya, bawel ah, Lo.”


Alesha buru-buru menutup pintu kamarnya dan setengah berlari menuju lift. Dia tampak amat gelisah sementara Dafina terlihat lebih santai.


“Lo kenapa sih, Al. Santai aja kali. Gak usah hectic gitu. Panikan amat jadi orang.” Dafina bergumam begitu pintu lift tertutup.


“Ya, elah, Daf! Elo sih di kamar mandinya lama. Kita telat banget nih. Ini udah setengah empat lewat 10 menit, tau!”


“Santai, kali, Al. Matahari terbit itu kan jam 5. Sekarang masih setengah 4, ‘kan? Masih lama, kok.”


“Ya, ‘kan perjalanannya gimana? Itu juga musti Elo perhitungkan, kali.”


“Iya, iya. Sorry. Ya wajarlah, Al. kita ‘kan capek habis perjalanan seharian kemarin, habis rafting juga. Wajar donk kita susah bangun pagi.”


“Ya udahlah, tuh mas Rio udah nungguin.” Alesha menunjuk mobil yang menunggu di depan pintu keluar sembari berjalan keluar dari lift.


“Maaf ya, Mas. Kita kelamaan.” Ujar Alesha kepada Rio yang telah lama menunggu.


“Gapapa, Mbak. Kita jalan sekarang, ya.”


Mereka menaiki mobil jeep menyusuri jalan dengan pemandangan lereng gunung bromo yang indah. Lokasi Penanjakan 1 masih dalam lingkungan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) Jawa Timur. Penanjakan 1 yang merupakan spot sunrise Bromo ini berada di ketinggian 2.770 di atas permukaan laut. Ini merupakan spot utama untuk menikmati keindahan  sunrise.


Setelah sampai di parkiran jeep, Alesha dan Dafina turun. Mereka berjalan kaki bersama wisatawan lain menuju tangga ke penanjakan 1. Setelah sekitar lima belas menit menanjak, sampailah mereka di Penanjakan 1. Semburat oranye mulai terlihat sedikit demi sedikit. Aah, indahnya.


“Daf, foto disitu, yuk! Cakep banget tuh, background-nya Gunung Batok, Gunung Bromo sama Gunung Semeru.”


“Yuk!”

source: katalogwisata.com
Cekrek.cekrek. Mereka berdua benar-benar menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang satu ini. Hawa dingin yang menusuk tulang seakan tiada lagi terasa. Setelah cukup puas berfoto, mereka turun ke parkiran jeep dan melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo. 

Jeep berjalan membelah lautan pasir Kaldera. Ada juga yang menyebut dengan Pasir Berbisik. Indah sekali. Seperti di gurun pasir. Kedua dara itu sempat turun di lautan pasir untuk berswafoto disana. Lanjut menaiki 250-an anak tangga untuk menuju puncak Gunung Bromo.


“Al! cobain naik kuda, yuk.” Seru Dafina.


“Oke. Hayuk!”


Mereka menunggang kuda menuju anak tangga di Gunung Bromo. Dafina sempat hampir terjatuh karena kurang keseimbangan. 


Setelah kurang lebih 10 menit mereka menaiki anak tangga, sampailah mereka di puncak Bromo. Wangi belerang tercium sangat kuat. Hamparan warna biru terlihat di kejauhan kawah Bromo. Alangkah indahnya.


“Al, hati-hati.” Seru Dafina menarik tangan Alesha yang hampir terpeleset di bibir kawah.


“Iya, Daf. Duh, kaget Gue.”


“Untung Lo gak apa-apa. Ya udah yuk, kita turun.” Ajak Dafina.


“Sebentar lagi, deh. Gue belum puas.”


Alesha yang cinta pegunungan amat menikmati trip mereka kali ini. Dihirupnya dalam-dalam udara Gunung Bromo ini untuk lebih merasakan sensasinya. Dipandanginya secara mendalam hamparan pesona yang tak ada saingannya ini. Begitu menakjubkan.



Dear, Tuhan
Hijaunya hamparan hutan dan pepohonan di bawah sana begitu kerdil
Tak sebanding dengan agungnya dzat-Mu
Dear, Tuhan
Birunya hamparan belerang di bawah sana begitu luas
Tetap tak seluas kuasa-Mu
Dear, Tuhan
Kuningnya hamparan pasir di lautan kaldera sungguh memukau, berbisik
Senandungkan dzikir pada-Mu

Dear, Tuhan
Seluas bumi ini
Begitu kerdil di hadapan-Mu
Ampuni kami,
Yang masih saja congkak
Ampuni kami,
Yang masih saja lalai

Rahmat-Mu, tiada terkira
Inayah-Mu, tiada terbendung
Maghfirah-Mu, tiada terduga
Kumohon itu.



Alesha Larasati
 Puncak Bromo, 17 September 2017


source: wisatagunungbromo.com

Alesha duduk di tepi kawah sembari menuliskan sebuah puisi di buku notes-nya. Kembali menghirup nafas dalam-dalam, dihembuskan perlahan-lahan. Kemudian ia bangkit menghampiri Dafina yang telah menunggunya di samping tangga. Mereka tersenyum lega dan bahagia, menuruni anak tangga.


***


Silakan tuliskan penilaian teman-teman mengenai cerpen ini, ya. Diterima dengan tangan terbuka. Terima kasih