Setiap wanita pasti memiliki siklus menstruasi atau haid yang berbeda-beda. Ada yang lebih cepat ada juga yang periode haidnya cukup lama. Selain itu, ada pula yang volume darahnya lebih banyak disertai dengan nyeri. Berbagai ciri-ciri tersebut harus Mommies perhatikan untuk mengetahui apakah siklus menstruasi yang Mommies alami masuk dalam kategori menstruasi normal atau tidak normal.

Siklus menstruasi yang disertai dengan nyeri atau kram pada perut memang sudah biasa bagi sebagian wanita. Namun, yang perlu Mommies ketahui bahwa ada beberapa nyeri haid yang harus diwaspadai. Berikut ini adalah ciri-ciri haid normal yang wajib diperhatikan: 

  • Siklus bulanan
Saat wanita berusia 25-35 tahun, hampir 50% wanita memiliki siklus haid antara 25-28 hari, tetapi ada wanita yang memiliki siklus haid lebih pendek yaitu 21 hari. Hal tersebut bisa dikatakan sebagai siklus menstruasi yang normal. Namun apabila siklus menstruasi Mommies lebih panjang dari siklus tersebut, Mommies perlu memeriksakan keadaan tersebut ke dokter.  

  • Volume darah yang keluar
Volume darah yang keluar antara 20-60 cc adalah yang normal terjadi dalam setiap siklus haid. Ada yang perlu Mommies perhatikan jika volume darah yang keluar banyak serta menggumpal dan mengharuskan Mommies mengganti pembalut 10 kali sehari. Maka Mommies  perlu waspada. Tetapi jika Mommies menghabiskan pembalut 3-5 kali sehari maka hal tersebut masih dianggap normal.

Kram perut saat menstruasi dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan pergantian hari. Mommies juga dapat mengatasi nyeri tersebut dengan melakukan aktivitas dan olahraga yang ringan seperti lari misalnya. 

Dalam artikel yang bersumber dari laman https://ifreeindonesia.com/who-runs-the-world-girls/ dijelaskan bahwa meskipun Mommies sedang menstruasi tidak ada alasan bahwa Mommies akan malas-malasan karena justru dengan olahraga akan menghilangkan nyeri tersebut. 

Saat Mommies sedang menstruasi tetapi ingin tetap aktif dan melakukan olahraga, ifree adalah pilihan terbaik yang dapat digunakan. Dengan ifree Mommies akan merasa nyaman dan tenang serta bebas dari rasa nyeri.

Untuk info lebih lanjut mengenai ifree Mommies dapat membuka website ifree. Selain itu Mommies juga bisa mendapatkan produk-produk ifree dengan mudah di apotek-apotek terdekat. 



Konten di era digital ini seakan menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan. Banyaknya ragam profesi yang terus bersinggungan dengan dunia digital menjadikan sebuah konten adalah syarat mutlak untuk dapat eksis di jagad maya.


Bagi seorang influencer misalnya, tentu membutuhkan konten foto yang apik untuk ditampilkan di akun instagramnya. 

Seorang youtuber alias content creator juga seyogyanya menyuguhkan konten-konten berupa video yang senantiasa diunggah untuk memenuhi kebutuhan subscriber sebagai penikmat konten. 

Tak ketinggalan pula bagi seorang narablog alias content writer. Ia harus bisa menyajikan konten-konten yang berkualitas secara berkesinambungan agar dapat terus terhubung dengan pembacanya.

Baca juga: Review GoMassage: Pijat Ibu Hamil Dilarang atau Dianjurkan? 

Asal-usul ngeblog 

Saya termasuk seorang narablog pemula yang bermodal nekad saja untuk membuat sebuah blog dan mengisinya. 

Ketika kuliah, saya yang memang sudah hobi menulis sejak di sekolah menengah telah membuat blog gratisan di blogspot. Iseng aja sih waktu itu. 

Kontennya kebanyakan berupa puisi dan curhatan gaje. Ada juga makalah dan paper tugas kuliah yang saya posting di blog. Tapi ngisi blognya enggak rutin. Hingga akhirnya setelah lulus pun hampir enggak pernah dibuka. 

Apalagi setelah menikah dan punya anak. Jangankan menulis di blog, membaca buku pun sudah amat jarang saya lakukan. Hanya membacakan buku cerita untuk anak-anak saja setiap harinya. 

Hingga di bulan Agustus tahun lalu saya ikut training blog advance yang diselenggarakan oleh Joeragan Artikel. Setelahnya saya pun memutuskan membuat blog baru dan langsung beli domain. 

Pede banget padahal belum tahu mau diisi apa. 

Sebenarnya sempat bingung mau bikin blog berniche tertentu ataukah gado-gado alias lifestyle blog. Namun setelah dipertimbangkan, saya memutuskan membuat blog berniche parenting, yaahh bisa dibilang family blog lah yaa. 

Karena saya suka mempelajari dan mengamati segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia anak. 

Jadilah ceritabunda.com ini yang lahir pada awal September 2018.

Baca juga: Sugesti Dapat Mempengaruhi Perilaku Anak, Benarkah? 

Narablog pemula 

Sebagai narablog pemula, saya akui masih belum bisa konsisten dalam menulis. Masih belum punya jadwal menulis yang tetap. Sehingga update postingan di blog pun sekenanya. 

Bahkan terkadang sebulan cuma ada satu postingan baru. Adakalanya sebulan dapat 3-5 postingan baru. Namun dua bulan enggak update sama sekali juga pernah. Ampyuun, jangan ditiru, ya. 

Masuk dan bergabung di beberapa komunitas narablog, membuat saya malu juga kalo jarang update. Setelah hampir setahun usia blog ini baru mulai aktif update postingan blog. 

Apalagi blog ini sudah mulai menghasilkan. Yup, di usianya yang baru 6 bulan blog ini sudah mulai menghasilkan pundi-pundi rupiah. 

Meskipun dalam satu bulan baru ada satu-dua job CP maupun SP, tapi itu sungguh merupakan karunia yang luar biasa bagi saya yang bahkan belum konsisten ngeblog. 

Baru beberapa bulan belakangan ini saya mulai konsisten dalam sebulan minimal 4 postingan baru.

Upgrade kualitas tulisan 

Para mastah dan senior di dunia blogging selalu menekankan agar terus saja menulis. Tak perlulah dulu memusingkan SEO, tema, atau apapun yang mungkin malah menghambat produktivitas. 

Maka saya ya menulis saja. Mengalir saja seperti air. Yang penting terus menulis dan berbagi. 

Namun saya menyadari, tulisan saya belum bagus seperti narablog lain yang bisa menulis dengan apik dan detail. Cara penyajian tulisannya pun sistematis serta ditunjang dengan foto yang ciamik. Aih, mupeng deh gimana cara bikin tulisan seperti itu. 

Kalo jodoh memang gak kan kemana. Alhamdulillah saya melihat informasi mengenai training membuat artikel yang berkualitas bersama salah satu narablog idola saya, mbak Widyanti Yuliandari. 

Tanpa pikir panjang cuss daftar trainingnya. Disini pikiran saya benar-benar terbuka. 

Bismillah, harus bisa mempraktekkan apa yang telah didapatkan di kelas. Meski singkat, namun sarat makna dan ilmunya daging semua. 

Harus terus berlatih dengan banyak menulis. 

Nah, outline juga penting yaaa. 

Karena selama ini saya menulis ngalir aja, tanpa outline. Pun tanpa menelusuri kata kunci terlebih dahulu. Padahal ini juga penting. 


Insight yang didapat setelah mengikuti training 

Nulis terus walau masih belum memuaskan
Nulis terus walau masih belum enak dibaca
Nulis terus walau menurut teman-teman isinya masih belum berkualitas - Widyanti Yuliandari 

Kata-kata itulah yang terus terngiang di benak saya. Amat berkesan di hati. Hingga saya terus menulis meski tulisan saya masih belum bagus, belum enak dibaca. Enggak mungkin juga kan kita langsung bisa menulis bagus dalam sekejap. Pasti butuh waktu untuk berproses. 

Banyak sekali insight yang saya dapatkan setelah mengikuti training inilah, yakni:
  • Dalam menulis harus mrmperhatikan sumber tulisan
  • Utamakan riset sebelum menulis 
  • Riset kata kunci akan lebih membantu 
  • Buat outline 
  • Kembangkan tulisan dari outline 
  • Terus produktif menulis hingga dapat menghasilkan konten yang berkualitas 
  • Teruslah belajar dan berlatih untuk mengupgrade kualitas diri dan tulisan 
  • Menulis tema yang disukai agar menemukan cara yang asyik untuk tetap produktif menulis 
Bismillah belajar menulis artikel yang berkualitas, dengan terus upgrade ilmu. Dan terus menulis, mengasah kemampuan agar makin mumpuni. Supaya enggak malu juga dengan klien jika tulisan saya masih belum renyah. 

Mari kita lihat beberapa waktu ke depan, apakah ada perubahan yang lebih baik pada tulisan saya dari waktu ke waktu?? 


Wanita yang sedang menjalani kehamilan mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya. Perubahan ini seringkali menimbulkan berbagai macam keluhan. Seperti pegal-pegal, pusing, nyeri di bagian pinggang, dan lain-lain. 

Tentu banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai keluhan tersebut. Diantaranya yang dapat menjadi pilihan adalah pijat. 


Namun terkadang ada juga ibu hamil yang bertanya-tanya, sewaktu hamil boleh gak sih dipijat? Aman gak sih? 

Larangan Pijat untuk ibu hamil


Dulu sekali, yang ada dalam pikiran saya adalah ibu hamil dilarang pijat dan kerokan. Makanya selama dua kali hamil anak pertama dan kedua, itu sama sekali gak pernah dipijat. Setelah melahirkan, barulah mulai dipijat secara berkala.

Ini sih karena kemakan mitos, ya. hehe 

Karena ternyata, makin kesini saya makin banyak baca hingga makin terbukalah informasi penting bahwa ibu hamil boleh kok dipijat. Dianjurkan malah. Namun memang ada beberapa batasan bagi ibu hamil yang ingin dipijat. 

Diantaranya: 
  • Perhatikan usia kehamilan. Sebaiknya tidak dipijat ketika masih di trimester pertama. Pijat ibu hamil baik dilakukan ketika usia kehamilan memasuki trimester ketiga
  • Tidak memijat di area tertentu, seperti perut. So, pijat tetap bisa dilakukan di hampir seluruh badan kecuali bagian perut, pinggang dan pinggul ya, Moms. 
  • Tidak memakai wewangian tertentu. Minyak lavender tidak disarankan digunakan dalam sesi memijat ini karena dapat merangsang kontraksi. Minyak peppermint juga gak dianjurkan karena dapat mengurangi produksi ASI.

Manfaat Pijat Bagi Ibu Hamil


Pijat yang dilakukan pada ibu hamil tentu berbeda dengan pijat untuk orang lain pada umumnya. Jika pijat pada umumnya bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kinerja sistem kekebalan tubuh, maka lain halnya dengan pijat untuk ibu hamil. 

Pijat untuk ibu hamil bertujuan untuk rileksasi. Tidak hanya untuk sang ibu, namun juga bermanfaat untuk bayi yang ada di dalam kandungan ya, Moms. 


Ini nih beberapa manfaat pijat bagi ibu hamil

  • Meringankan rasa tidak nyaman
  • Membuat ibu hamil merasa rileks
  • Menurunkan ketegangan dan tingkat hormon stress
  • Meringankan nyeri punggung dan kaki
  • Memperbaiki mood sekaligus meningkatkan rasa bahagia
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Melancarkan peredaran darah dan membuat fungsi uterus semakin baik
  • Membuat janinnya rileks, sehingga dapat membuka jalan lahirnya. Perubahan posisi bagi janin pun lebih mudah. 

Panduan Pijat Ibu Hamil


  • Pijat sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan sudah masuk trimester ketiga. 
  • Pijat dilakukan dalam posisi miring ke kiri dan ke kanan serta duduk. Bisa juga dalam posisi telentang namun pastikan posisi ibu hamil nyaman, ya. 
  • Tidak memijat di daerah perut, pinggang dan pinggul karena tiga bagian ini rentan berkontak langsung dengan janin dan bisa memicu kontraksi. 
  • Jika pijatan dirasa menimbulkan kontraksi, apapun metode dan cara memijatnya, agar segera dihentikan. 
  • Pastikan ibu hamil dipijat oleh terapis yang mengerti, terlatih dan berpengalaman. Akan lebih bagus jika terapisnya bersertifikat.  

Pesan jasa pijat ibu hamil melalui layanan GoMassage GoLife 

Beberapa hari lalu ketika badan udah kerasa enggak nyaman, kaki pegel-pegel, bahkan kepala juga sering terasa pusing akhirnya bumil nyerah, deh. 

Ngapain? Jurus paling jitu adalah manggil tukang pijat, donk! Apalagi saya emang udah biasa dipijat. So, tiap abis dipijat badan makin seger dan enteng. Makin semangat menjalani aktivitas kembali jadinya. 

Etapi, tukang pijat yang biasanya memijat saya kan bukan spesialis bumil, kira-kira ngerti gak yaa do en don't yang perlu diperhatikan ketika memijat bumil? 

Jadi galau kan...

Namanya jodoh, ya pasti ketemu. Pas banget saya lagi galau belum nemu tukang pijat yang cocok temen saya merekomendasikan supaya saya nyoba pesen di GoMassage. 

Sekilas tentang GoMassage 


Jadi GoMassage ini adalah salah satu fitur yang ada di aplikasi GoLife, punyanya Go-Jek. GoMassage ini merupakan layanan pijat keluarga profesional yang dapat membuat badan dan pikiran Mommies rileks kembali. Ohya, layanan ini bisa dipanggil untuk datang ke rumah atau kemanapun yang Mommies mau, loh. Jadi makin enak, kan? 


Go-Jek ini emang keren, ya. Dia terus berinovasi menciptakan fitur-fitur baru yang dimaksudkan untuk semakin memudahkan para customernya. 

Salah satu fitur terbarunya yaitu GoMassage ini. Di dalam fitur ini terdapat banyak pilihan massage. Diantaranya Aromatherapy massage, body massage, shiatsu massage, Thai massage, pregnancy massage, Mom & Kids Massage dan lain-lain. 

Ragam pilihan pijat dan terapi di GoMassage 

Karena saya sedang hamil, jadi memilih untuk memesan layanan pregnancy massage, donk!

Review Pregnancy Massage by GoMassage

Karena ini merupakan pengalaman pertama saya memesan layanan ini, jadi saya mau menuliskan review GoMassage disini supaya bisa jadi rekomendasi buat para bumil lain di luar sana. 

Kemarin saya memesan layanan Pregnancy Massage dengan durasi 90 menit dari Erik Massage yang dapat dipanggil ke rumah. Karena ada juga beberapa layanan lain yang hanya bisa melayani di tempat penyedia jasa saja. 

So, saya kan pengen praktisnya aja jadi nyari yang bisa dipanggil, donk! 

Ohya, kita juga bisa memilih jam layanan, loh. Nah, setelah kita memesan layanan, enggak lama kemudian admin Erik Massage menghubungi kita dan mengirimi nomor handphone terapis agar bisa berkomunikasi langsung. Enak banget, ya. Tarif yang dibayarkan pun sesuai yang tertera di aplikasi tanpa ada tambahan biaya lagi. 


Terapis yang melayani saya adalah Ibu Juwaeriyah. Beliau datang tepat pada waktu yang dijanjikan. Beliau pun menyiapkan segala sesuatunya sebelum pijat dimulai. Diantaranya kain untuk alas pijat dan minyak atau lotion yang digunakan. So, semua sudah disediakan jadi kita hanya tinggal menikmati saja. 

Jangan khawatir ya, Mommies. Karena terapisnya sudah berpengalaman bertahun-tahun, terlatih dan bersertifikat pula. So, enggak ragu lagi, donk! 

Yang saya pesan adalah pijat ibu hamil dengan durasi 90 menit. Tapi Ibu Juwaeriyah memijat hingga 90 menit lebih, loh. Lebih sedikit aja, sih. Overall, enak banget. Udahannya badan yang tadinya enggak enak jadi nyaman, rileks dan enggak pegel lagi. 
Ketika bumil dipijat dalam posisi miring kiri/kanan dan duduk 
Karena beliau udah berpengalaman, maka tahu betul treatment apa yang diperlukan bagi ibu hamil trimester ketiga macam saya ini. So, hasilnya amat memuaskan. 

Cara Pesan Layanan Go-Massage


  1. Download atau update aplikasi GoLife di App Store atau Playstore, lalu klik icon GoMassage
  2. Pilih layanan beserta durasi yang diinginkan serta preferensi jenis kelamin terapis
  3. Tentukan waktu dan tanggal pesanan, serta masukkan alamat yang dituju kemudian klik "Pesan"
  4. Sistem GoLife akan mencarikan terapis yang dekat dengan lokasi tujuan
  5. Setelah layanan selesai, jangan lupa berikan rating layanan bagi terapis yang melayani

Agar tak khawatir memesan layanan GoMassage


  • GoMassage adalah layanan pijat profesional keluarga dari GoLife
  • GoLife memiliki SATGAS yang bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam mengawasi setiap kegiatan di dalam aplikasi dan layanan
  • GoLife akan menindak tegas segala bentuk pelanggaran di luar ketentuan layanan, termasuk pelecehan seksual sesuai dengan prosedur hukum dan undang-undang yang berlaku 

Rasanya semua pengalaman saya sudah tertuang dalam tulisan ini. Yang pada intinya saya puas sih dengan service excellent dari GoMassage ini. Lain waktu boleh donk order lagi. Hihihi ketagihan kan.... 






Referensi: 
https://www.haibunda.com/kehamilan/20180409161804-49-17596/ini-yang-perlu-diketahui-tentang-pijat-untuk-ibu-hamil
https://www.alodokter.com/fakta-tentang-manfaat-pijat-ibu-hamil
https://lifestyle.kompas.com/read/2013/12/08/1625341/Ini.Dia.Panduan.Pijat.untuk.Ibu.Hamil.?page=all
https://www.gojek.com/blog/GOMASSAGE/

Hamil dan melahirkan adalah hal yang lumrah dialami oleh wanita yang telah menikah. Kebanyakan wanita merasa hidupnya telah lengkap jika pernah mengalami proses alami tersebut.   

Namun tak dapat dipungkiri, setiap wanita memiliki resiko mengalami kehamilan abnormal karena beberapa faktor. Adakalanya suatu kehamilan berjalan lancar dan normal tanpa halangan yang berarti, namun adakalanya pula terjadi kelainan. Seperti keguguran, pendarahan, kehamilan ektopik, kehamilan kosong, dan lain sebagainya. 


Kali ini saya akan mengulas mengenai kehamilan kosong. Karena pernah mengalaminya pada November tahun lalu, membuat saya tergerak ingin menuliskannya agar semakin banyak wanita yang lebih aware akan hal ini. 


Apakah Kehamilan Kosong Itu? 


Kehamilan kosong atau yang biasa dikenal dengan Blighted Ovum (BO) adalah suatu kondisi dimana sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma tidak berkembang menjadi embrio. 

BO ini berbeda dengan hamil anggur atau hamil di luar kandungan. Karena ibu hamil tetap merasakan gejala-gejala kehamilan pada umumnya seperti mual muntah atau pusing yang hebat namun tidak ada janin di dalam rahimnya. 


Mengapa janin tidak terbentuk? 

Sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma kemudian menempel di dinding rahim. Maka terbentuklah kantung rahim, plasenta dan lainnya sebagai lingkungan terbentuknya embrio. Namun karena sesuatu hal yang terdeteksi dini, maka sel telur tadi gagal membentuk embrio. 

Jadi, lingkungan tempat janin bertumbuh sudah siap, perubahan hormon sudah terjadi, namun embrio gagal terbentuk sehingga janinnya tidak ada. 

Inilah sebabnya wanita yang mengalami kehamilan kosong seringkali tidak menyadari adanya kelainan dalam kehamilannya. Karena ia tetap merasakan gejala kehamilan seperti biasa. 

Untuk itu, penting bagi para ibu hamil agar memeriksakan kandungan secara rutin dari awal masa kehamilan. 

Seperti kehamilan kosong ini yang hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan Ultrasonografi aka USG. 

Penyebab Kehamilan Kosong

  • Kelainan kromosom 
Adanya kelainan kromosom diduga menjadi penyebab utama terjadinya kehamilan kosong. Kelainan gen atau kromosom dapat terdeteksi oleh sistem di dalam kandungan sehingga sel telur yang dibuahi tidak berkembang menjadi embrio. 
  • Kualitas sperma atau sel telur yang buruk
Kualitas sel sperma atau sel telur yang buruk juga bisa menjadi pemicu kegagalan pembentukan embrio. Karena sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma dan menempel di dinding rahim akan menghentikan pertumbuhannya karena kualitasnya yang buruk. 
Sebenarnya apapun penyebabnya, ini merupakan pertanda baik. Karena tubuh sang ibu dapat mengenali adanya kelainan kromosom maupun kualitas sel sperma maupun sel telur yang buruk sehingga tubuh ibu akan merespon dengan tidak melanjutkan proses perkembangan janin. 

Sebab, jika perkembangan berlanjut pun tidak akan maksimal atau bahkan mengalami kecacatan dalam pertumbuhannya. 

Maka yakinlah jika apapun yang terjadi, meski kehamilan kosong sekalipun adalah yang terbaik dari Tuhan. 

Tanda-tanda Kehamilan Kosong

Sebenarnya tidak ada tanda-tanda khusus yang menunjukkan bahwa kehamilan yang dialami oleh seseorang merupakan kehamilan kosong atau kehamilan normal.

Karena umumnya ibu hamil masih merasakan gejala-gejala yang umum dirasakan di masa awal kehamilan. 

Namun adakalanya ibu hamil merasakan tanda-tanda awal keguguran seperti kram pada perut bagian bawah, munculnya flek, dan lain-lain. 

Namun sekali lagi ditekankan, bahwa blighted ovum hanya bisa dilihat dan dipastikan melalui USG. 

Tindakan Yang Diambil Untuk Mengatasinya

  • Gugur dengan sendirinya 
Jika seorang ibu hamil mengalami kondisi kehamilan kosong yang berarti janin tidak ada atau tidak berkembang, maka kehamilan tidak dapat diteruskan. Jika kehamilan tidak dapat dilanjutkan, maka sistem yang ada dalam kandungan pun akan meresponnya. 

Ada kondisi kehamilan kosong yang bisa luruh atau gugur dengan sendirinya. Namun, jika setelah menunggu hingga masa tertentu jaringan tidak juga keluar sendiri, maka harus dilakukan tindakan kuretase. 

source: alodokter.com
  • Kuretase
Jika kondisi kehamilan kosong ini baru diketahui ketika usia kehamilan di bawah 8 minggu, kemungkinan jaringan bisa luruh dengan sendirinya atau dibantu dengan obat dari dokter. 

Namun jika usia kehamilan sudah di atas 8 minggu atau ukuran kantong kehamilan yang cukup besar maka perlu adanya tindakan kuret. 

Kuretase aka kuret adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Tindakan ini dilakukan agar rahim dapat kembali bersih dari sisa-sisa kehamilan kosong tadi. 

Bagaimana Menyikapi Kehamilan Kosong

Yakinlah bahwa semua yang kita alami adalah yang terbaik dari-Nya. 

Pun ketika kita mengalami kehamilan yang kosong tanpa ada janin yang berkembang di dalamnya, maka bersyukurlah. Karena jikapun terjadi perkembangan janin maka pertumbuhannya pun tidak optimal. Karena adanya kelainan pada kromosom pembentuk janin. 

Maka berupayalah agar tetap ikhlas menjalani ketetapan dari-Nya. Serahkan semuanya kepada Allah. 

Upaya Yang Dilakukan Dalam Rangka Mencegah Kehamilan Kosong 

Meskipun tidak ada yang dapat mengetahui apa yang terjadi dalam setiap kehamilan, namun kita dapat meminimalisir resiko terjadinya kelainan pada kehamilan. Diantaranya: 

  • Tetap berpikir positif agar tidak mengalami stress. Karena suasana hati dan pikiran sang ibu dapat mempengaruhi kondisi janin di dalam rahim ibu. 
  • Cukup minum air putih agar asupan air di dalam tubuh sang ibu maupun janin dapat terpenuhi dengan baik. 
  • Istirahat yang cukup dengan tidur minimal delapan jam sehari. 
  • Kurangi mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula karena dapat mempengaruhi metabolisme di dalam tubuh dan terganggunya aliran gizi ke janin. 
  • Menjalani pola hidup sehat. Makan yang cukup dan teratur, memperhatikan asupan makanan yang bergizi. 
  • Memeriksakan kandungan sejak masa awal kehamilan. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan USG di masa awal kehamilan untuk mengetahui perkembangan janin di dalam rahim. Sehingga dapat mendeteksi secara dini jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.  


Kemungkinan Hamil Normal Setelah Kehamilan Kosong

Berdasarkan referensi yang saya baca, wanita yang mengalami kehamilan kosong, kemungkinan hanya sekali seumur hidup. Jadi setelah kehamilan kosong pun masih bisa mengalami kehamilan yang sehat dan normal. 

Beberapa teman pernah bertanya kepada saya. 

"Apakah jika pernah keguguran saat hamil ia akan sulit untuk hamil lagi secara sehat dan normal? Karena akan sangat mungkin mengalami keguguran lagi." 

Insya Allah, yakin dan berserah dirilah hanya kepada Allah. Nyatanya yang saya alami, alhamdulillah saya bisa hamil lagi hingga sekarang usia kehamilan saya 33 minggu setelah dua kali periode kehamilan sebelumnya saya mengalami keguguran. 



Lalu Kapan Bisa Hamil Lagi Setelah Keguguran?

Jika pada saat keguguran atau blighted ovum dilakukan tindakan kuret maka waktu yang dianjurkan jika ingin hamil lagi yaitu minimal tiga kali haid setelahnya. 

Tentu akan lebih baik jika sebelum memutuskan untuk hamil lagi agar konsultasi dengan dokter kandungan untuk melaksanakan program hamil. Jadi ketika kemudian terjadi kehamilan lagi, kondisi tubuh ibu sudah lebih siap dan terjaga. 





Setiap kehamilan pasti memiliki kisahnya sendiri. Ada duka, ada suka. Ada tangis, pun ada tawa yang mengiringi. 

Begitupun ketika mengalami sebuah kehamilan yang gugur. Sedih, itu pasti. Namun di balik semua itu pasti ada hikmah yang sedang ingin Dia sampaikan. 

Begitu pula dengan yang aku alami. Mengalami keguguran berulang pastilah membuat down dan kecewa. Namun tak perlu jua ditangisi berlarut-larut. Cukup dikenang sebagai pembelajaran. 



Sudah baca kisah sebelumnya? Baca dulu disini, ya. 

Second Opinion

Siang itu aku dan suami langsung menuju RSIA Vitalaya di Jl. Siliwangi Pamulang. Mendaftar dan mengantri di ruang tunggu. Kebetulan saat itu jadwalnya Dokter Della. Alhamdulillah, aku bersyukur banget ditakdirkan bertemu dengan beliau saat itu. Hingga saat ini pun setiap kontrol kandungan selalu kukonsultasikan dengan beliau. 

Begitu tiba giliran kami masuk ke ruangan, Dokter Della menyapa kami dengan ramah. 

Aku mengutarakan bahwa tiga hari ini mengeluarkan flek. Beliau mengarahkanku agar berbaring untuk diperiksa melalui USG. 

"Ini kantong rahimnya ya, Bu. Ukurannya udah besar nih, sekitar 3 cm. Kalo dilihat disini sesuai ya dengan usia kandungannya sekarang, sekitar 13 minggu ya." Dokter Della mulai membaca hasil USG yang tampak di layar. 

"Ini plasentanya juga ada, ya, bagus nih. Hmm..." 

"Nah, ini janinnya ya, Neng. Ukurannya kecil, kalo dilihat dari sini ukurannya seperti masih usia 8 minggu. Padahal ini kandungannya udah 13 minggu ya? Jadi janinnya ini tidak berkembang sejak usia 8 minggu." 

Degh. Aku rasanya tertampar. Usia kandungan 8 minggu-an itu ketika aku masih ragu untuk tespack atau tidak. Ketika aku seakan belum siap menerima kenyataan bahwa aku dititipi amanah lagi. Saat aku berusaha menolak takdir dari-Nya. Mungkinkah ini teguran dari-Nya? Mungkinkah janinnya merasa jika ia tak diharapkan sehingga menghentikan pertumbuhannya? Wallahu a'lam. 

"Kenapa ya Dok, kok bisa enggak berkembang gitu janinnya?" 

"Penyebabnya banyak faktor, ya. Bisa dari makanan, kurang asupan nutrisi yang dibutuhkan. Faktor kelelahan. Atau bisa juga dari virus. Kita enggak bisa mengetahui dengan pasti ya apa penyebabnya." 

"Jadi gimana Dok?" 

"Untuk ini harus dikuret, ya. Mungkin sih tadinya bisa keluar sendiri. Tapi ternyata dia gak bisa, makanya ngeflek itu kan dia ngasih tanda minta dikeluarkan." 

"Kalo enggak dikuret, misal pake obat atau apa gitu Dok, cara lain enggak bisa?" suami mencoba bertanya. 

"Enggak bisa, Pak. Soalnya kantong kehamilannya udah besar ya, sekitar 3 cm. Kalo masih usia 8 minggu mungkin masih bisa ya pake obat gitu. Tapi kalo ini ya mesti dikuret biar rahimnya juga bersih. Kalo enggak dikuret takutnya ada yang nyisa atau tertinggal di rahim malah bahaya, Pak." 

"Hmm, gitu. Ya udah, gimana baiknya aja." 

"Oke, kalo bersedia dikuret, baiknya secepatnya ya. Kebetulan besok saya ada jadwal lagi disini. Kalo mau kita bisa tindakan besok siang, sesuai jadwal saya. Gimana?"

"Baik, Dok." 

"Kalo gitu besok datang pagi, ya. Puasa dulu 6 jam sebelum tindakan. Jadi besok jam 6 pagi sarapan dulu dari rumah, setelah itu puasa sampai jam 12 siang, ya. Datang kesini jam 6 nanti saya infokan ke perawat yang jaga biar disiapkan ruangannya." 

"Baik, terima kasih Dok." 

Kamipun pulang dengan kondisi hati yang lebih lega dan lebih lapang setelah menerima penjelasan dari Dokter Della. 

Tindakan Kuretase

Keesokan harinya, sesuai arahan dari Dokter Della aku puasa sejak pukul 6 pagi hingga siang. Hari itu Dokter Della datang sekitar jam 2 siang dan mulai tindakan jam 2.30. Tindakan kuret ini enggak lama, hanya memakan waktu sekitar setengah jam-an saja. 


source: alodokter.com

Ini merupakan pengalaman pertama aku menjalani tindakan kuret. Yakni pada akhir September 2017. 

Apa sih kuretase itu? 

Kuretase aka kuret adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Tindakan ini dilakukan agar rahim dapat kembali bersih dari sisa-sisa kehamilan yang gagal alias keguguran. 


Kehamilan Kelima: Kehamilan Kosong (Blighted Ovum/BO

Jika sesuai anjuran dari dokter untuk bisa hamil lagi sebaiknya menunggu minimal setelah tiga kali haid. Pun alangkah lebih baiknya jika diprogram dulu. Jadi ketika hamil pun akan lebih siap secara fisik dan mentalnya. 

Namun saat itu aku agak trauma atau apa ya namanya. Sebab merasa bersalah banget di kehamilan yang kemarin. Entahlah.  

Hingga tanpa terasa setahun sudah terlewati. 

Sekitar akhir Oktober 2018 aku telat menstruasi. Awal November aku testpack dan hasilnya positif. Alhamdulillah. 

Belajar dari pengalaman tahun lalu, aku menerima kehamilan kali ini dengan lapang dada. Apalagi memang suami dan anak-anakku menantikan kehadiran bayi mungil di rumah kami. Kami pun berencana akan USG segera. 

Di kehamilan yang kelima ini qodarullah aku mengalami kehamilan kosong alias blighted ovum. Penjelasan lebih lengkapnya mengenai BO ada disini. 

Kisahku saat mengalami BO sudah kutulis, ya. 


Analisa Penyebab Keguguran Berulang

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab sebuah keguguran pada kehamilan terjadi. Dan kita sebenarnya enggak bisa menentukan secara pasti apa sih penyebab keguguran kali ini? 

So, ini hanya perkiraan saja, ya. 

Keguguran yang terjadi pada tahun 2017 lalu ketika usia kehamilan 13 minggu, janin dinyatakan tidak berkembang sejak usia 8 minggu. Sepertinya ini disebabkan oleh asupan nutrisi makanan yang kurang mencukupi kebutuhan pertumbuhan janin. 

Karena saat itu kehamilanku belum diketahui, jujur kuakui bahwa pola makanku kacau. Aku makan apapun yang aku mau dan jarang banget makan sayur serta buah-buahan. Sering makan pedas dan minum es. Ya pokoknya jauh dari pola makan sehat. 

Selain itu sepertinya juga ada faktor kelelahan. Karena saat itu kedua anakku yang homeschooling aktif banget. Hampir setiap pagi jogging, kemudian pagi menjelang siang sering jalan kaki yang agak jauh untuk sekedar outing class. Dan semua kegiatan mereka selalu aku dampingi dan ikuti.  


Padahal kondisiku saat itu hamil muda. Dan aku pun beberapa kali merasa nyeri di perut bagian bawah. Atau di bagian pinggul setiapkali merasa capek. 

Hikmah Yang Bisa Diambil Dari Keguguran Berulang

Apa yang dirasakan oleh seorang ibu yang mengalami keguguran berulang? Kecewa, pasti. Menyesal, ada. Sedih, banget. Namun ya mau bagaimana lagi. Kejadian itu sudah ditakdirkan oleh Allah, kita sebagai manusia hanya bisa berencana namun tetap Dia juga yang menentukan. Betul? 

Apapun yang terjadi pada hidup kita, baik-buruk, pahit-manisnya jalani saja sesuai ketetapan-Nya. Insya Allah itulah yang terbaik bagi kita, menurut-Nya. Karena yang baik menurut kita belum tentu baik menurut-Nya. Begitupun sebaliknya, yang buruk bagi kita pun belum tentu buruk menurut-Nya. 

Karena bisa saja, yang terlihat buruk menurut kita, mungkin itulah yang terbaik bagi kita, menurut Allah. Sebab hanya Dia-lah yang Maha Tahu. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa pasrah dan tawakkal. 

Peristiwa keguguran yang kualami secara berulang inipun menjadi pelajaran tersendiri buat aku. Banyak hikmah yang bisa kupetik dari sini. Selain menjadikanku lebih kuat, lebih ikhlas dan legowo dalam menjalani takdir-Nya. 


Upaya Yang Perlu Dilakukan Agar Tak Mengalami Kembali

Tes Toksoplasma

Sesuai anjuran dari Dokter Della, jika sudah mengalami keguguran berulang seperti ini sebaiknya coba cek toksoplasma di laboratorium yang menyediakan. 

Karena tidak semua rumah sakit bisa melakukan tes jenis ini. 

Ketika itu, setelah dikuret pasca BO Dokter Della menyarankan aku untuk tes toksoplasma di lab terdekat. Yakni di lab Prodia ciputat atau di RS Brawijaya Depok. Beliau pun sudah memberikan surat rujukan untuk ini.

Namun saat itu kami menunda untuk melakukan pengecekan karena biayanya yang lumayan besar bagi kami. 

Hingga 3-4 bulan kemudian qodarullah aku hamil lagi. Alhamdulillah.  


Menjalani Pola Hidup Sehat

Upaya lain yang perlu dilakukan adalah tetap menjaga pola hidup sehat. Makan yang cukup, teratur dan bergizi. Istirahat yang cukup, jangan suka begadang ya. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. 

Insya Allah jika pola hidup sehat sudah dijalani, jika ternyata hamil maka tubuh sang ibu pun sudah lebih siap. 




   


Mengalami keguguran berulang tentu tidak mudah bagi seorang wanita. Apalagi yang memang kehadiran sang buah hati ini amat dinanti-nanti.

Namun tidak dipungkiri bahwa keadaan setiap ibu hamil pasti berbeda. Jangankan antara satu ibu hamil dengan ibu hamil yang lain, satu wanita yang hamil beberapa kali pasti merasakan sensasi yang berbeda dan tak pernah sama di setiap kehamilannya. Betul?


source: halodoc.com

Yap. Itulah nikmatnya ibu hamil. Maka bersyukurlah bagi yang telah melewati masa-masa indah kehamilanmu. Karena di luar sana masih banyak wanita yang begitu mendambakan kehadiran buah hati di pelukannya namun tak jua mendapatkan dua garis merah.


Bagi para pejuang garis merah, semoga Allah tambahkan kesabaran dan keikhlasan di kebesaran jiwamu. Insya Allah Dia memberikannya di waktu yang tepat dan terbaik menurut-Nya.


Kehamilan Yang Pertama: Gugur

Aku menikah pada 20 November 2011. Saat itu aku masih duduk di bangku kuliah semester tujuh. Sehingga seminggu setelah menikah aku kembali ke kelas dan LDR dengan suamiku yang masih mengabdi di kota kelahirannya, Demak Jawa Tengah.

Saat liburan semester yakni pada Januari 2012, aku positif hamil. Saat itu aku pulang liburan di rumah mertua di desa Bonang, Demak. Karena ada suatu urusan, maka aku dan suami melakukan perjalanan ke Magelang dan Jogjakarta dengan mengendarai kendaraan roda dua.

Qodarullah, sepulang dari Magelang itu aku ngeflek. Serta merta suami membawaku ke bidan untuk diperiksa. Bidan hanya menyarankan agar aku bedrest dan meminum obat penguat kandungan. Namun bukannya berhenti, fleknya makin banyak dan merah, seperti layaknya sedang haid.

Kamipun segera ke rumah sakit untuk USG. Dokter menyatakan rahimnya sudah bersih, jadi gak perlu kuret lagi. Ya, janinnya telah gugur. Innalillah...


Kehamilan Kedua dan Ketiga: Lahir

Usai liburan aku kembali ke kotaku mencari ilmu. Bersama suami karena aku menolak LDM. Alhamdulillah aku bisa menyelesaikan skripsi dan wisuda tepat waktu, pada 15 September 2012.

Dua bulan kemudian, aku positif hamil. Alhamdulillah yang ditunggu akhirnya datang juga. Begitu hamil lagi aku membatasi diri agar tidak terlalu sering bepergian menggunakan motor di trimester pertama. 



Di kehamilan kedua ini aku mengandung dan melahirkan anak pertama kami, perempuan pada 20 Juni 2013. Setahun kemudian aku hamil kembali dan lahir tepat ketika anak pertama kami berusia 1 tahun 10 bulan. Anak kedua berjenis kelamin laki-laki, lahir pada 23 April 2015. 


Kehamilan Keempat: Gugur

Kejadian ini aku alami pada tahun 2017. Aku ingat pada bulan ramadhan atau sebelumnya itu suamiku sempat menyinggung bahwa ia ingin punya anak lagi. Namun aku keberatan karena anak pertama kami masih 4 tahun dan anak kedua kami berusia 2 tahun. 

Dulu banget di awal pernikahan aku sempat mengutarakan bahwa ingin hanya punya dua anak, seperti program KB. Betul? Namun suami menyanggah ingin punya lima anak. wow.. ✌☺

Namun setelah kehadiran dua anak yang lucu-lucu nan menggemaskan ini aku bilang ke suami bahwa aku mau punya anak lebih dari dua namun jaraknya diatur. Yah, paling gak tiga sampai empat tahun lah, baru punya adik lagi. 

Dan aku memang enggak pernah KB. Jadi selama ini kami KB alami aja atau suami memakai pengaman. Alhamdulillah dia mau mengerti dan bersedia mengatur jarak kehamilan. 

Qodarullah, setelah pulang kampung saat lebaran itu, yakni pada bulan Juli suamiku mulai curiga. 

"Bunda kok belum haid ya,"

"Iya, ya. kayaknya udah dua bulanan nih belum haid." 

"Jangan-jangan hamil, Bund." 

"Masa'?" 

Aku was-was donk! Karena ingat ketika kami berhubungan badan menjelang akhir ramadhan lalu itu bertepatan dengan masa suburku. 'Waduh, kalo jadi gimana, ya?' gumamku kala itu. 

Ya! Aku sempat menolak jika diriku benar hamil. Aku sempat berharap jika aku tidak benar-benar hamil. Aku merasa belum siap. Bahkan mau tespack aja aku enggak berani. Berharap agar segera haid namun tamunya tak kunjung datang. 

Hingga pada pertengahan Agustus aku baru berani tes menggunakan tespack dan hasilnya? positif. Kami segera ke bidan untuk memastikan kondisiku. Menurut bidan, usia kehamilannya sudah 8 minggu. 

Alhamdulillah terucap di bibir namun di hati seperti ada yang mengganjal. Aku ingin menangis, merasa tak sanggup. Jujur, saat itu ada perasaan menerima, namun ada sisi lain yang menolak. 

Suamiku? Tentu dia bahagia karena memang inilah yang diharapkannya. 

Aku bertarung dengan diriku sendiri. Berusaha menerima dengan sepenuh hati. Sulit? ya, cukup sulit, namun pada akhirnya aku mampu. 

Berdamai dengan diri sendiri. 


Ketika telah menerima, justru harus melepas...

Aku menjalani kehamilan seperti biasa. Pun tetap menjalani aktivitas mendampingi kedua anakku yang super aktif. Bermain, membaca buku, jalan-jalan adalah hal biasa yang kujalani setiap hari demi menemani anak-anak. Menjadi teman bagi mereka dan masuk ke dalam dunianya. 

Lelah yang kurasa kadang tak kuhiraukan, demi melihat senyum manis terukir indah di bibir keduanya. 

Hingga pada bulan September, bulan ketiga kehamilan, waktunya kontrol rutin. Kami pergi ke klinik bidan, dan diperiksa detak jantung janinnya. Pada saat itu, bidan berupaya mencari dimana titik yang tepat untuk mendengarkan detak jantung janin namun tak jua menemukan. 

"Mungkin letaknya agak jauh dan kulit perutnya tebal jadi gak terdengar jelas detak jantungnya nih. Mungkin bulan depan udah jelas kedengaran," ujar bidan kala itu.   

Namun beberapa waktu setelahnya sekitar akhir September aku ngeflek. Sedikit dan kecoklatan. Aku coba bedrest saja. Ohya, beberapa hari sebelumnya aku juga merasakan kram di perut di bagian bawah. 

Sebenarnya sempat bertanya-tanya wajar gak sih ngerasain kram kayak gini di trimester pertama? Karena jika di trimester ketiga, itu wajar terjadi, sering disebut kontraksi palsu. 

Namun aku berusaha menepis pikiran buruk yang ada dan tetap positif thingking. Hingga flek itu keluar. 

Tiga hari ngeflek, akhirnya aku dan suami memutuskan periksa ke bidan. Di bidan, tidak ada tindakan apa-apa dan disarankan untuk segera USG. 

Pagi itu juga kami ke Rumah Sakit untuk USG. Menyusuri jalan ke arah Pamulang mencari RS yang bisa USG pagi itu juga. Bertemulah dengan RS Buah Hati. 

Kami masuk dan mendaftar untuk bertemu dengan dokter kandungan yang ada pagi itu. Menunggu dengan harap-harap cemas. Begitu bertemu dan diperiksa melalui USG, hasilnya...

"Janinnya udah meninggal sebulan yang lalu nih," ujar dokter.

"Tapi kok enggak ketahuan ya, Dok?" 

"Ya Ibu enggak USG. Gimana bisa tahu? Kayak gini kan bisa tahunya ya lewat USG aja." 

"Tapi ngefleknya baru tiga hari ini, Dok." 

"Iya, ngeflek itu tuh kode dari janinnya minta dikeluarkan. Jadi ini harus dikuret, ya. Saya kasih surat rujukannya." 



Dadaku seketika terasa sesak. Merasa bersalah. 
Allah, ketika aku sudah bisa menerima, kenapa Engkau ambil kembali? 
Keluar dari ruang konsultasi, aku segera menepi, ke musholla. Menangis sepuasnya disana, di pundak suamiku. Dia menguatkanku. Aku merasa bersalah banget. Apakah ini bentuk Allah mengabulkan doaku kemarin? Ataukah ini bentuk teguran Allah karena aku sempat menolak takdirnya? 
Maka berhati-hatilah duhai Ibu dan calon Ibu. Aturlah hatimu sedemikian rupa. Upayakan selalu positif thinking, ya. Karena hati dan pikiranmu berpengaruh kepada janin yang ada di dalam kandunganmu. 
Setelah mulai tenang, kami memutuskan keluar dari RS tersebut. Suami mendapat rekomendasi dari temannya bahwa tak jauh dari situ ada RSIA Vitalaya yang biayanya lebih terjangkau dari RSIA Buah Hati. 

Akhirnya siang itu juga kami langsung ke RS Vitalaya, coba opsi kedua. Siapa tahu hasilnya berbeda. 

Bagaimana hasilnya setelah mencoba opsi kedua? Next aku share di postingan selanjutnya, yaa.