Vonis Blighted Ovum Mengalihkan Duniaku Part 2



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat terus bersemangat di awal tahun yang baru ini, yaaa sahabat Bunda semua.... ☺

Mohon maaf, karena cerita part 2 tentang vonis blighted ovum yang saya alami harus tertunda selama dua minggu lebih dikarenakan laptop yang tidak bisa nyala. Setelah laptop bisa nyala, keluarga besar dari Demak datang ke tanah rantau, adik-adik yang tinggal di Tangerang juga ngumpul disini. Semua liburan akhir tahun dan melewati pergantian tahun di Depok, alhamdulillah.

Nah, hari ini aku baru bisa lanjutin cerita yang lalu. Bagi yang belum baca part 1, baca dulu, ya

Disini: Vonis Blighted Ovum Mengalihkan Duniaku Part 1

Sudah baca part 1 nya, kan? Yuk, kita lanjutin ceritanya.

Pada hari senin, tanggal 12 November 2018 aku dan suami kembali melakukan tes USG di RS Vitalaya Pamulang dengan Dr. Severina Adella Tobing yang lebih dikenal dengan Dr. Della. Ketika diperiksa oleh Dr. Della, beliau juga mengatakan hal yang sama dengan yang telah disampaikan oleh Dr. Imelda dua hari sebelumnya. Bahkan Dr. Della mencoba mencari keberadaan janin melalui USG 4D, namun tetap tidak ditemukan. Ya, aku divonis Blighted Ovum oleh dua dokter spesialis kandungan. Kebayang, betapa hancur hatiku??

Foto hasil USG dengan Dr. Della di RS Vitalaya, 12-11-2018 

Namun, Dr. Della menjawab dengan gamblang setiap pertanyaan yang keluar dari bibirku. Kenapa kehamilan ini bisa kosong? Apa penyebabnya? Padahal aku sudah menjaga asupan nutrisi selama hamil ini, kenapa bisa gagal juga? Kalo janinnya tidak ada, yang berarti aku gak hamil, kenapa aku masih merasakan mual yang hebat??

Berdasarkan penjelasan dari Dr. Della, Blighted Ovum ini umumnya disebabkan karena kualitas sel sperma atau sel telur yang kurang baik atau kelainan kromosom pada saat pembuahan. Karena kelainan tersebut terdeteksi lebih dini, maka sel gagal terbentuk menjadi janin. Padahal, lingkungan tempat janin bertumbuh sudah terbentuk. Kantong kehamilan ada, plasenta ada, hormon kehamilan pun sudah meningkat namun janinnya gagal tumbuh. Itulah mengapa, seorang ibu yang mengalami Blighted Ovum tetap merasakan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya. Mual, pusing, lemas atau gejala-gejala yang lain.

Kondisi Blighted Ovum ini dapat terdeteksi ketika usia kehamilan di angka 7-8 minggu. Seperti saya kemarin, saat USG, itu usia kehamilannya 8 minggu. Lalu, apa yang harus dilakukan jika mengalami kehamilan yang seperti ini? Tindakan yang harus dilakukan adalah mengangkat hasil konsepsi dari rahim atau yang biasa disebut dengan kuretase alias kuret.

Ketika aku bertanya apakah bisa tanpa kuret, misal dengan minum obat-obatan, gitu? Dr. Della menjawab tidak bisa karena dalam kasusku saat ini, kantong kehamilan sudah besar, yakni 3cm sehingga tetap harus dikuret. Airmata pun tak tertahankan, teringat suami dan dua anakku yang begitu menginginkan kehadiran seorang adik bayi.

USG yang kedua, hasilnya tetap sama. Kami pulang dengan kecamuk perasaan masing-masing. Duduk di mobil dalam diam, hanya buliran kristal bening yang bergantian menghiasi pipi.

Keputusan kuret belum keluar dari mulut suamiku. Beliau masih larut dalam kesibukan pekerjaannya dalam travel umroh, pun akhir november akreditasi SMK tempat suamiku mengabdi. Akupun tak berani mengungkapnya. Hanya mendekat dan mendekat kepada Rabbku yang kulakukan. Menepi dari segala hiruk-pikuk riuhnya medsos. Ya, aku menarik diri, tak seaktif biasanya. Merenungi apa hikmah yang coba Allah berikan padaku dan keluargaku kali ini.

Disaat kamu merasa sendiri, berdiamlah. Gelar sajadah, tempelkan dahimu di kain persegi panjang itu, luapkan segala emosi hanya kepada Rabb-Mu. Cobalah ikhlas menerima segalanya. Yakinlah sepahit apapun kenyataan yang kamu hadapi, selalu ada hikmah yang bisa dipetik, yang kan memberikan manfaat begitu besar padamu. Hanya yakin, Dia pasti tahu apa yang terbaik untuk dirimu. Karena yang terbaik menurutmu, belum tentu baik untukmu.  
Hingga di penghujung bulan november, setelah selesai semua urusan travel dan akreditasi, suami menanyakan kembali perihal kuret. Beliau mengajak ke RS Vitalaya kembali dan memantapkan diri untuk dikuret. Dan alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar pada 8 Desember 2018.

Sebenarnya udah siap dikuret sejak awal Desember, namun sewaktu di awal Desember mendaftar untuk konsultasi dengan Dr. Della, selalu full sehingga baru mendapat jadwal konsul di tanggal 7 Desember 2018, hari jumat. Dan tindakat kuret dilakukan keesokan harinya, sabtu 8 Desember 2018.

Next time, sebaiknya tes TORCH dulu untuk mengetahui apakah ada infeksi virus ataukah tidak? Dan jika ingin hamil lagi di kemudian hari, alangkah baiknya jika diprogram dengan dokter kandungan agar kehamilan terjadi dalam kondisi siap, sehat jasmani dan rohani. Dan tidak lupa pula untuk menjaga pola hidup sehat.

Yah, itulah sekelumit curahan hati emak pejuang pregnant. ☺ Alhamdulillah, anak-anak pun sudah mengerti dan dapat menerima. Semoga kita semua senantiasa sehat, yaa sahabat bunda. Yang sedang hamil semoga kehamilannya lancar, sehat hingga persalinan. Aamiin.

Salam hangat,

Qoty Intan Zulnida

40 komentar:

  1. Pernah ngalamin, di kehamilan pertama, tapi bukan kosong hanya janin ga berkembang dan meninggal hanya perut yang membesar tapi isi jantung tak berkembang sediiih

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ngalamin ini tahun lalu, mbak. berakhir dikuret juga.

      sedih, ya, mbak. tapi mungkin itulah cara Tuhan menguatkan kita.

      semoga sehat terus ya mba Juli

      Hapus
  2. Huaaah jadi sedih lagi.. sama banget bun mei 2018 aku divonis BO janin tidak berkembang.. usia kehamilan udah 11minggu tapi janin kaya usia 8minggu dan detak jantung tiba2 tidak terdeteksi lagi. Alhasil 7 Juni 2018 bulan ramadhan aku dikuret... padahal aku udah seneng banget nunggu 2 tahun pernikahan.. Allah punya rencana lebih Indah bukan

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener, mbak. Allah selalu tahu yang terbaik untuk kita.

      yang penting tetap semangat dan positif thinking..

      kiss kiss mbak Megha

      Hapus
  3. Sabar ya mba Qoty, insya Allah diganti dengan yang lebih baik. Saya juga dulu dua kali keguguran, alhamdulillah gak dikuret, mungkin karena ukurannya masih kecil, jadi bisa pakai obat aja.

    BalasHapus
  4. Masyaallah, perjuangan seorang ibu. Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik ya mba. Saya pun jg masih menunggu kehamilan, semoga Allah memudahkan saya untuk menitipkan rezeki tsb. Allahumma Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga segera dianugerahi amanah, mbak.

      Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk itu.

      stay positif thinking ya mbak

      Hapus
  5. Insya Allah mba Qoty dan keluarga akan diberi ganti yang lebih baik. Aamiin.

    BalasHapus
  6. Insya Allah ada ganti yang lebih baik Mbak Qoty..tetap semangat ya..Rencana Allah lebih indah pastinya:)

    BalasHapus
  7. Ya Allah mba Qoty, hebat banget menghadapi semua dengan tabah. Semoga mendapat rezeki yang lebih baik ya. Tetap semangat 😉.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... makasih mbak

      ini pun prosesnya cukup panjang, mbak..

      Hapus
  8. Masih ingat ketika kabar gembira kehamilan Mbak Qoty yang ketiga kami ketahui melalui WAG JA. Saat itu saya langsung kagum dengan kesiapan Mbak Qoty untuk kembali disibukkan dengan bayi dan segala tetek-bengeknya. Tapi Allah berkata lain ya, Mbak. Nggak pa pa, yakin semua ini sudah yang paling baik. tetap sabar dan semangat. Ikhlas, insya Allah semua diganti dengan yang lebih berkah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak mbak Damar. aamiin

      iya, mbak. Allah punya rencana lain yang insya Allah lebih baik

      Hapus
  9. Peluk mbak Qoty, pasti ada hikmah di setiap kejadian yang kita alami.

    BalasHapus
  10. pilihan terbaik di antara pilihan yang ada. semoga kuat, sabar, dan pasti ada rencana Allah di baliknya

    BalasHapus
  11. MasyaAllah, bunda hebat banget bisa melewati semuanya dengan kuat... Salut mbak, semoga kita dijauhkan dari kondisi blighted ovum����

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.

      semoga ibu-ibu yang lain di luar sana gak ada yg ngalami ini lagi

      Hapus
  12. Tetap semangat, mBak Qoty. Insha Allah akan segera diganti dengan yang lebih baik dalam kondisi terbaik.

    BalasHapus
  13. Tetap semangat dan bersyukur ya mba. Apapun yang terjadi pastinya semua ada hikmahnya. Semoga keluarga juga diberi kesehatan dan keikhlasan untuk menerimanya. Memang manusia hanya bisa menerima segala keputusan Yang Maha Kuasa. God be with u mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kaasih banyak mba bety.

      betul, Allah selalu bersama kita.

      Hapus
  14. Pasti ada hikmah di setiap peristiwa. Semoga semua yang terjadi bisa diikhlaskan ya...
    Mudah-mudahan Allah bisa ngasih kesempatan untuk hamil lagi..aamiin

    BalasHapus
  15. Subhanalloh, saya pun pernah mengalami ini, minggu ke 5 luruh sedikit demi sedikit dan harus segera dikuret tak bisa ditunda lagi. Alhamdulillah Allah Maha Baik ya? barangkali begitulah cara Alloh memberi kita yang sempurna, mengganti dengan yang lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, mbak. diambil hikmah dan sisi positifnya, karena kata adik yang kerja di kesehatan, kalo janinnya tumbuh biasanya ada kelainan. Allah Maha Baik dengan segara caraNYA

      Hapus
  16. Allah pasti menggantinya dengan yg lebih baik ya mbak. Amiin. Semoga mbak diberikan kesabaran. Btw, saya baru ingat kalau kakak saya juga pernah mengalami ini. Kayak orang hamil tapi ternyata gak ada janinnya. Alhamdulillah kmudian hamil lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah

      iya, mbak, pasca BO masih bisa hamil lagi dengan normal kok, insya Allah

      Hapus
  17. Mba yang sabar ya, mgkin msh blm dikasoh lgi untuk momongan. Semoga berikutnya bisa pregnant lg. Aamii

    BalasHapus
  18. Saya juga pejuang pregnant untuk anak kedua mbak.
    Tapi sekarang sudah ikhlas.😊
    Saya yakin, ketentuan Alloh Swt lebih baik buat makhluknya.
    Bukankah manusia hanya bisa meminta, yang approve tetap yg memiliki semua kehidupan, bukan? 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget, mbak.
      masya allah,,,
      Semoga Allah selalu melimpahkan keberkahan kepada kita ya

      Hapus
  19. Saya dua kali mgalamin ini mbak, yang pertama nggak dikuret karena udah bersih akibat pendarahan,

    Yang kedua di kuret padahal usia kandungan sudah 3 bulan, namun tidak ada tanda tanda kihidupan dirahimku, cuma ada kantongnya aja yng verisi gumpalan datah, hiks rasanya sedih sekali karena saya belum ounta anak saat itu

    BalasHapus
  20. Yang sabar ya, mbak. Insya Allah ada ganti yg lebih baik setelah ini 😘

    BalasHapus
  21. Masya allah, mbk bisa Menjalaninya dengan kuat. Semoga segera diberikan ganti yang lebih baik mbk

    BalasHapus
  22. Adik ipar saya kehamilan pertamanya juga kayak gini mbak, Alhamdulillah sekarang sudah hamil lagi .. semoga segera diberi rezeki hamil lagi ya mbak....

    BalasHapus
  23. semangattt mbaaa
    yang penting mb sehat
    dan Insyaa Allah ada rejeki. berikutnya yang luar biasaaaa ya mb
    amin

    BalasHapus