Analisa Penyebab Keguguran Berulang dan Upaya Pencegahannya

Setiap kehamilan pasti memiliki kisahnya sendiri. Ada duka, ada suka. Ada tangis, pun ada tawa yang mengiringi. 

Begitupun ketika mengalami sebuah kehamilan yang gugur. Sedih, itu pasti. Namun di balik semua itu pasti ada hikmah yang sedang ingin Dia sampaikan. 

Begitu pula dengan yang aku alami. Mengalami keguguran berulang pastilah membuat down dan kecewa. Namun tak perlu jua ditangisi berlarut-larut. Cukup dikenang sebagai pembelajaran. 



Sudah baca kisah sebelumnya? Baca dulu disini, ya. 

Second Opinion

Siang itu aku dan suami langsung menuju RSIA Vitalaya di Jl. Siliwangi Pamulang. Mendaftar dan mengantri di ruang tunggu. Kebetulan saat itu jadwalnya Dokter Della. Alhamdulillah, aku bersyukur banget ditakdirkan bertemu dengan beliau saat itu. Hingga saat ini pun setiap kontrol kandungan selalu kukonsultasikan dengan beliau. 

Begitu tiba giliran kami masuk ke ruangan, Dokter Della menyapa kami dengan ramah. 

Aku mengutarakan bahwa tiga hari ini mengeluarkan flek. Beliau mengarahkanku agar berbaring untuk diperiksa melalui USG. 

"Ini kantong rahimnya ya, Bu. Ukurannya udah besar nih, sekitar 3 cm. Kalo dilihat disini sesuai ya dengan usia kandungannya sekarang, sekitar 13 minggu ya." Dokter Della mulai membaca hasil USG yang tampak di layar. 

"Ini plasentanya juga ada, ya, bagus nih. Hmm..." 

"Nah, ini janinnya ya, Neng. Ukurannya kecil, kalo dilihat dari sini ukurannya seperti masih usia 8 minggu. Padahal ini kandungannya udah 13 minggu ya? Jadi janinnya ini tidak berkembang sejak usia 8 minggu." 

Degh. Aku rasanya tertampar. Usia kandungan 8 minggu-an itu ketika aku masih ragu untuk tespack atau tidak. Ketika aku seakan belum siap menerima kenyataan bahwa aku dititipi amanah lagi. Saat aku berusaha menolak takdir dari-Nya. Mungkinkah ini teguran dari-Nya? Mungkinkah janinnya merasa jika ia tak diharapkan sehingga menghentikan pertumbuhannya? Wallahu a'lam. 

"Kenapa ya Dok, kok bisa enggak berkembang gitu janinnya?" 

"Penyebabnya banyak faktor, ya. Bisa dari makanan, kurang asupan nutrisi yang dibutuhkan. Faktor kelelahan. Atau bisa juga dari virus. Kita enggak bisa mengetahui dengan pasti ya apa penyebabnya." 

"Jadi gimana Dok?" 

"Untuk ini harus dikuret, ya. Mungkin sih tadinya bisa keluar sendiri. Tapi ternyata dia gak bisa, makanya ngeflek itu kan dia ngasih tanda minta dikeluarkan." 

"Kalo enggak dikuret, misal pake obat atau apa gitu Dok, cara lain enggak bisa?" suami mencoba bertanya. 

"Enggak bisa, Pak. Soalnya kantong kehamilannya udah besar ya, sekitar 3 cm. Kalo masih usia 8 minggu mungkin masih bisa ya pake obat gitu. Tapi kalo ini ya mesti dikuret biar rahimnya juga bersih. Kalo enggak dikuret takutnya ada yang nyisa atau tertinggal di rahim malah bahaya, Pak." 

"Hmm, gitu. Ya udah, gimana baiknya aja." 

"Oke, kalo bersedia dikuret, baiknya secepatnya ya. Kebetulan besok saya ada jadwal lagi disini. Kalo mau kita bisa tindakan besok siang, sesuai jadwal saya. Gimana?"

"Baik, Dok." 

"Kalo gitu besok datang pagi, ya. Puasa dulu 6 jam sebelum tindakan. Jadi besok jam 6 pagi sarapan dulu dari rumah, setelah itu puasa sampai jam 12 siang, ya. Datang kesini jam 6 nanti saya infokan ke perawat yang jaga biar disiapkan ruangannya." 

"Baik, terima kasih Dok." 

Kamipun pulang dengan kondisi hati yang lebih lega dan lebih lapang setelah menerima penjelasan dari Dokter Della. 

Tindakan Kuretase

Keesokan harinya, sesuai arahan dari Dokter Della aku puasa sejak pukul 6 pagi hingga siang. Hari itu Dokter Della datang sekitar jam 2 siang dan mulai tindakan jam 2.30. Tindakan kuret ini enggak lama, hanya memakan waktu sekitar setengah jam-an saja. 


source: alodokter.com

Ini merupakan pengalaman pertama aku menjalani tindakan kuret. Yakni pada akhir September 2017. 

Apa sih kuretase itu? 

Kuretase aka kuret adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk mengeluarkan jaringan dari dalam rahim. Tindakan ini dilakukan agar rahim dapat kembali bersih dari sisa-sisa kehamilan yang gagal alias keguguran. 


Kehamilan Kelima: Kehamilan Kosong (Blighted Ovum/BO

Jika sesuai anjuran dari dokter untuk bisa hamil lagi sebaiknya menunggu minimal setelah tiga kali haid. Pun alangkah lebih baiknya jika diprogram dulu. Jadi ketika hamil pun akan lebih siap secara fisik dan mentalnya. 

Namun saat itu aku agak trauma atau apa ya namanya. Sebab merasa bersalah banget di kehamilan yang kemarin. Entahlah.  

Hingga tanpa terasa setahun sudah terlewati. 

Sekitar akhir Oktober 2018 aku telat menstruasi. Awal November aku testpack dan hasilnya positif. Alhamdulillah. 

Belajar dari pengalaman tahun lalu, aku menerima kehamilan kali ini dengan lapang dada. Apalagi memang suami dan anak-anakku menantikan kehadiran bayi mungil di rumah kami. Kami pun berencana akan USG segera. 

Di kehamilan yang kelima ini qodarullah aku mengalami kehamilan kosong alias blighted ovum. Penjelasan lebih lengkapnya mengenai BO ada disini. 

Kisahku saat mengalami BO sudah kutulis, ya. 


Analisa Penyebab Keguguran Berulang

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab sebuah keguguran pada kehamilan terjadi. Dan kita sebenarnya enggak bisa menentukan secara pasti apa sih penyebab keguguran kali ini? 

So, ini hanya perkiraan saja, ya. 

Keguguran yang terjadi pada tahun 2017 lalu ketika usia kehamilan 13 minggu, janin dinyatakan tidak berkembang sejak usia 8 minggu. Sepertinya ini disebabkan oleh asupan nutrisi makanan yang kurang mencukupi kebutuhan pertumbuhan janin. 

Karena saat itu kehamilanku belum diketahui, jujur kuakui bahwa pola makanku kacau. Aku makan apapun yang aku mau dan jarang banget makan sayur serta buah-buahan. Sering makan pedas dan minum es. Ya pokoknya jauh dari pola makan sehat. 

Selain itu sepertinya juga ada faktor kelelahan. Karena saat itu kedua anakku yang homeschooling aktif banget. Hampir setiap pagi jogging, kemudian pagi menjelang siang sering jalan kaki yang agak jauh untuk sekedar outing class. Dan semua kegiatan mereka selalu aku dampingi dan ikuti.  


Padahal kondisiku saat itu hamil muda. Dan aku pun beberapa kali merasa nyeri di perut bagian bawah. Atau di bagian pinggul setiapkali merasa capek. 

Hikmah Yang Bisa Diambil Dari Keguguran Berulang

Apa yang dirasakan oleh seorang ibu yang mengalami keguguran berulang? Kecewa, pasti. Menyesal, ada. Sedih, banget. Namun ya mau bagaimana lagi. Kejadian itu sudah ditakdirkan oleh Allah, kita sebagai manusia hanya bisa berencana namun tetap Dia juga yang menentukan. Betul? 

Apapun yang terjadi pada hidup kita, baik-buruk, pahit-manisnya jalani saja sesuai ketetapan-Nya. Insya Allah itulah yang terbaik bagi kita, menurut-Nya. Karena yang baik menurut kita belum tentu baik menurut-Nya. Begitupun sebaliknya, yang buruk bagi kita pun belum tentu buruk menurut-Nya. 

Karena bisa saja, yang terlihat buruk menurut kita, mungkin itulah yang terbaik bagi kita, menurut Allah. Sebab hanya Dia-lah yang Maha Tahu. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa pasrah dan tawakkal. 

Peristiwa keguguran yang kualami secara berulang inipun menjadi pelajaran tersendiri buat aku. Banyak hikmah yang bisa kupetik dari sini. Selain menjadikanku lebih kuat, lebih ikhlas dan legowo dalam menjalani takdir-Nya. 


Upaya Yang Perlu Dilakukan Agar Tak Mengalami Kembali

Tes Toksoplasma

Sesuai anjuran dari Dokter Della, jika sudah mengalami keguguran berulang seperti ini sebaiknya coba cek toksoplasma di laboratorium yang menyediakan. 

Karena tidak semua rumah sakit bisa melakukan tes jenis ini. 

Ketika itu, setelah dikuret pasca BO Dokter Della menyarankan aku untuk tes toksoplasma di lab terdekat. Yakni di lab Prodia ciputat atau di RS Brawijaya Depok. Beliau pun sudah memberikan surat rujukan untuk ini.

Namun saat itu kami menunda untuk melakukan pengecekan karena biayanya yang lumayan besar bagi kami. 

Hingga 3-4 bulan kemudian qodarullah aku hamil lagi. Alhamdulillah.  


Menjalani Pola Hidup Sehat

Upaya lain yang perlu dilakukan adalah tetap menjaga pola hidup sehat. Makan yang cukup, teratur dan bergizi. Istirahat yang cukup, jangan suka begadang ya. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. 

Insya Allah jika pola hidup sehat sudah dijalani, jika ternyata hamil maka tubuh sang ibu pun sudah lebih siap. 




   


27 komentar:

  1. Saya enggak banyak tahu pengalaman keguguran seperti ini. Dari artikel.ini adi ngerti penyebab dan antisipasi kehamilan berulang ini. Alhamdulillah saat ini sehat kehamilannya ya Mbak. Semoga saat lahiran dan seterusnya Ibu dan bayi sehat semua. Aamiin

    BalasHapus
  2. Pasti sedih dan kecewa ya kalau mengalami keguguran berulang. Bahkan trauma. Salut mbak, dirimu kuat, tegar & selalu husnudzon dgn ketetapan Allah SWT.

    BalasHapus
  3. banyak faktor penyebab tapi susah mengetahui penyebab pastinya. memang ilmu dan pengetahuan begini harus dibagi biar banyak orang tahu. saya sendiri baru tahu bahwa hamil setelah keguguran ada waktu minimalnya itu dari pengalaman teman. sekarang dari tulisan mbak, semakin memperkaya pengetahuan saya.

    BalasHapus
  4. Di satu sisi aku turut sedih, keguguran berulang tsb. Tapi di sisi lain, bersyukur, Mbak dipercaya u hamil lagi. Semoga sehat ya sampai melahirkan dan babynya sehat juga...

    BalasHapus
  5. Sebenarnya tidak ada yang mau mengalami keguguran ya, Mbak. Meski pada awalnya mungkin kehamilan itu tidak diinginkan. Karena calon orang tua belum siap misalnya. Artikel ini menjadikan kita lebih aware lagi masalah kehamilan. Hehehe

    Buat persiapan yuni jadi calon istri dan calon ibu. Semoga disegerakan. Aamiin. HEhehe

    BalasHapus
  6. Pasti sedih sekali ya mbak dengan dikuret berulang. Saudara saya ada juga yg pernah dikuret dua kali. Tak tega lihat wajahnya yang pucat, menahan sakit dan sedih.
    Semoga sehat terus ya mba qoty dalam mendampingi buah hati yang homeschooling

    BalasHapus
  7. Wah,maafff aq nggak tahan baca tentang keguguran

    BalasHapus
  8. Saya belum pernah mengalami yg namanya keguguran. Tapi sangat bisa merasakan apa yg dirasa para bunda yg diuji dengan itu. Nyesek tapi harus segera bangkit ya. Karena memang pasti ada hikmahnya :)
    Termasuk jadi pelajaran untuk berhati-hati ke depannya. Setuju, Mbak. Mulai dengan perbaiki pola makan dan lifestyle. Insyaallah, semoga promilnya berhasil hingga lahir si kecil yg diidamkan, ya :)

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah akhirnya bisa hamil, ya mbak. Semoga si dedek lahir sehat tanpa kendala.
    Aamiin

    BalasHapus
  10. Wah, tulisannya benar benar bermanfaat sekali, mbak. Mungkin ya bayi tidak berkembang karena hati kita sudah menolak kehadirannya. Bisa jadi ya, mbak...
    Sebagai suami pengetahuan begini penting banget, apalagi buat kami yang mau program punya anak lagi.

    Tfs :)

    BalasHapus
  11. ngeri2 meriang bacanya. sehat selalu, mbak..

    BalasHapus
  12. Semoga di kehamilan kali ini bunda dan bayinya sehat-sehat semua hingga masa persalinan tiba, ya Mbak.

    BalasHapus
  13. Sebelum komen, aku rasanya pengen terbang ketempat dirimu dan memelukmu mba qoty...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelum komen, aku rasanya pengen terbang ketempat dirimu dan memelukmu mba qoty...

      Daku pernah menemani kakak kandung yang keguguran di kehamilan pertamanya. Dan setelahnya ia mengalami eklamsia di kehamilan kedua hingga rahim terinfeksi.

      Atas izin Allah,ia diberikan rezeki untuk hamil kembali sampai sekarang anaknya ada 6 orang

      Hapus
  14. Mba Qoty, pengen peluk,
    MasyaAllah perjuangan yang begitu besar. Semoga Allah membalas dengan memberi keturunan sholih sholihah mba..

    Membaca ini kadang menampar diri saya. Saya dengan kehamilan yang mudah kadang kurang bersyukur.

    BalasHapus
  15. MasyaAllah emak strong nih,kata orang kuret itu lebih sakit dari melahirkan apalagi jika itu berulang. HIks.. Sekarang saya berdoa semoga kehamilan kali ini sehat semua sampai lahiran ya mbak. ^^

    BalasHapus
  16. Saya bisa merasakan kesedihan Mbak Qoty saat harus keguguran berulang kali. Tapi saya sekaligus salut dengan keteguhan hati Mbak Qoty. karena anak memang termasuk rezeki. Kalau sudah waktunya, pasti dieri oleh Allah SWT.
    Tapi dari tulisan Mbak Qoty ini sangat keren, karena tidak saja memberi membuka wawasan, tapi juga ada spirit bagi teman-teman yang mengalami hal sama.

    BalasHapus
  17. Sepanjang baca ini aku pegangin perut mbak,
    Apalagi pas baca kuret,
    Jomblo macem saya yang belum ada pengalaman suka ngerii baca ginian hukzz

    BalasHapus
  18. Bacanya turut sedih mbak. Dan jadi pelajaran. terima kasih sharingnya.

    BalasHapus
  19. Agak gimana yak, aku bacanya ikutan sedih dan dicampur ngilu, ya memang siapa sih yang mau keguguran berkali2, karena itu pasrah, dan doa untuk menghadapi situasinya

    BalasHapus
  20. Terima kasih sharingnya bunda, semoga Allah memberikan rezeki yang lebih sebagai gantinya ya. Membaca cerita bunda saya ikut deg deg an, pasalnya saya pernah operasi dan itu menyakitkan. Bagaimana dengan kuret?

    BalasHapus
  21. Saya juga pernah ngalamin kegiluguran mba dikehamilan pertama saya.
    Sedih.
    Tapi gak sampe dikuret. Jatuh sendiri.

    BalasHapus
  22. info yang bermanfaat untuk ibu - ibu yang sedang hamil muda. Karena jarang loh yang mau cerita kenapa mereka keguguran.Mungkin masih sedih atau trauma gitu

    BalasHapus
  23. Saya turut bersedih, mba
    Semoga dengan artikel ini bisa menambah pengetahuan ibu-ibu yang sedang hamil muda, unruk lebih menambah wawasan serta menjaga kondisi saat hamil
    Terimakasih udah share pengalaman nya

    BalasHapus
  24. Peluk Mbak Qoty. Saya sendiri mengenal beberapa teman yang mengalami keguguran berulang. Memng penyebabnya macam2, entah krn virus, krn stress, kecapekan, dll. Smeoga kisah ini bermanfaat dan jd pelajaran buat kita semua ya, terutama yg sedang promil. Terima kasih udah sharing Mbak Qoty.

    BalasHapus
  25. Mba makasih bgt nih infonya jadi aku tau nih sebab2nya keguguran mba

    BalasHapus
  26. Saya bacanya sedih banget, soalnya saya yang lagi ngarep-ngarep hamil trus ternyata haid aja sakit banget rasanya...apalagi yang udah dinanti-nanti dan dapat positif, enggak taunya harus 'pergi' pasti rasa sakitnya berlipat ganda,

    BalasHapus