Tips Menjaga Kehamilan Setelah Keguguran Berulang

Pengalaman pernah menjalani keguguran dua kali berturut-turut membuatku semakin mengerti beberapa masalah yang terkadang timbul saat hamil. 


Foto saat uk. 27 week

Meskipun keguguran berulang yang kualami tidak terjadi dalam jarak waktu yang singkat, namun tetap menimbulkan trauma yang cukup mendalam bagiku. Apalagi kehadiran janin ini begitu didamba oleh suami dan anak-anakku. 

Kebayang kan betapa hancurnya hati ini? 

Apalagi ketika si sulung bertanya, "Mana dede bayinya?" 

Duh, rasanya aku pengen menghilang dari bumi. Tak kuasa menjelaskannya kepada sulungku. Hiks. 

Nanti aku bakalan share juga kisah keguguranku saat itu. Apa aja penyebabnya dan berhubungankah antara keguguran pertama dengan yang kedua? Next time aku share disini juga, ya. 

Tips Menjaga Kehamilan Setelah Keguguran Berulang

Kali ini aku ingin sharing sedikit mengenai segala yang aku lakukan dalam rangka menjaga kehamilan kali ini agar janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik hingga waktunya lahir ke dunia kelak. 

Ohya, yang berperan disini bukan hanya aku sebagai yang mengandung, namun suami dan anak-anak juga turut menjaga. Pun dengan bidan dan dokter kandungan yang telah paham riwayat keguguranku sebelumnya. So, diperlukan kerjasama yang baik ya, dalam hal ini. 

Kronologi Kehamilan Keenam, Calon Anak Ketiga

  • Begitu tahu bahwa diri ini positif hamil dari hasil tespack, sesegera mungkin melakukan pemeriksaan USG ke dokter kandungan. Diutamakan ke dokter kandungan yang udah biasa menangani kita, ya, sehingga beliau lebih paham kondisi dalam tubuh kita. 
Hasil USG pertama, UK. 6 week. Janin masih berupa titik 

  • Ketika USG pertama kali di RSIA Vitalaya pada 22 April 2019 lalu, Dokter Della menyatakan bahwa kehamilan yang aku jalani berusia +/- 6 minggu. Beliau menyatakan kantong kehamilan sudah terbentuk, janin ada, namun harus tetap dipantau apakah ia berkembang atau tidak sehingga aku harus kembali kontrol dua minggu kemudian. (Saat ini aku bersyukur karena janinnya ada meskipun masih terlihat berupa titik. Karena di kehamilan sebelumnya, pada pemeriksaan USG di awal kehamilan janin tidak ada. Hiks)
  • Setelah USG pertama kali itu aku dibekali obat penguat kandungan oleh Dokter Della. Yakni Utrogestan 100mg (Micronised Progesterone). Dilansir dari halodoc.com Utrogestan ini merupakan obat yang mengandung progesterone termikronisasi. Biasa digunakan sebagai penguat kandungan, mengatasi masalah menstruasi, pendarahan, dan terapi gejala menopause. Tapi harus dengan resep dokter, ya. 
Hasil USG uk. 8 week. Janin berkembang sesuai usia 

  • Dua minggu kemudian yakni pada 06 Mei 2019 aku kembali bertemu dengan Dokter Della untuk memastikan keadaan janin. Dan hasilnya alhamdulillah menurut beliau janinnya berkembang sesuai usia kehamilan saat itu yang sudah masuk 8 minggu. 
  • Setelahnya pun aku masih dibekali resep obat lagi oleh beliau. Namun sayang di apotik RS Vitalaya obat ini sedang kosong. Hingga aku dan suami harus mencari dan menebusnya di apotik lain. Begitu ketemu obatnya, kami sempat agak kaget sih dengan harga obatnya yang hampir 600 ribu untuk 30 butirnya. Namun suami tetap menebusnya demi calon buah hati. ❤   
  • Selanjutnya setiap bulan aku rutin memeriksakan kandungan ke bidan yang sudah memiliki banyak testimoni positif tak jauh dari rumah. Pertama periksa dengan bidan akhir Mei 2019, usia kandungan 11 minggu, aku disarankan untuk cek darah untuk cek kadar HB, HBS Ag dan HIV. Aku manut aja, insya Allah bidan menyarankan yang terbaik, kan. Saat itu aku cek semua yang disarankan dengan biaya 250 ribu. Dan alhamdulillah hasilnya baik semua, HB normal, HIV negatif, HBS Ag pun negatif. 
Sebagai tambahan info, cek HB itu untuk mengetahui kadar Haemoglobin dalam darah, normal ataukah kurang. HBS Ag, cek darah untuk mendiagnosis adanya penyakit Hepatitis B. Sedangkan cek HIV, untuk mendiagnosis adakah infeksi virus HIV dalam tubuh sang ibu.  
Hasil tes darah (cek HB, HBS Ag dan HIV) 

 Saat ini usia kehamilanku memasuki usia 32 minggu, alhamdulillah, sejauh ini tak memiliki kendala yang berarti. Semoga senantiasa sehat, janin tumbuh dan berkembang dengan baik, aktif. Kehamilan dimudahkan, lancar hingga persalinan kelak. 

Ohya, aku mau sharing tips menjaga kehamilan setelah keguguran berulang, ya. Ini aku tulis berdasarkan pengalaman pribadi aja. Mungkin setiap orang mempunyai cara dan tips yang berbeda karena kondisi setiap ibu hamil pun berbeda. Mohon diambil yang baiknya aja, yang jeleknya abaikan aja, ya, Mommies. 


Ini dia tipsnya...


  1. Begitu melakukan tes menggunakan tespack dan hasilnya positif, segera lakukan pemeriksaan USG dengan dokter kandungan untuk memastikan keadaan janin dalam kandungan, ya. 
  2. Ikuti arahan dari dokter maupun bidan. Tanyakan jika mungkin ada pantangan atau hal apa yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil trimester pertama. 
  3. Mengonsumsi dengan teratur segala vitamin maupun obat yang diberikan oleh dokter maupun bidan. Diminum sesuai petunjuk, ya, Mommies.
  4. Diusahakan banyak konsumsi buah dan sayur. Jika mengalami morning sickness, makan camilan seperti biskuit, roti, ubi, dsb sebagai pengganti nasi. 
  5. Upayakan untuk tidak memakan sayuran mentah, ikan maupun daging mentah, ya. Karena trimester pertama ini merupakan masa-masa yang rawan. So, harus banget menjaga pola makan dan asupan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi. 
  6. Bisa ditambah dengan rutin minum susu ibu hamil. 
  7. Menjaga agar tubuh tidak terlalu lelah. Hindari pekerjaan berat terlebih dahulu. Seperti kurangi jalan kaki yang jaraknya agak jauh, tidak mengangkat beban berat dll. 
  8. Perbanyak istirahat dan tidur cukup. Upayakan tidur malam di awal waktu dan siangnya juga harus tidur siang minimal 1 jam. 
  9. Banyak minum air putih. 
Tips 1-9 di atas merupakan anjuran untuk ibu hamil yang masih di trimester pertama, ya. Karena sudah memasuki trimester kedua dan ketiga treatmentnya beda lagi. Next akan aku tulis lagi disini. 


Saat jalan pagi bersama

Ohya, jika usia kehamilan sudah memasuki trimester ketiga upayakan agar bumil banyak jalan kaki, ya. Ini olahraga tersimpel dan termudah yang dianjurkan untuk menghadapi persalinan kelak. Selain banyak jalan kaki, bisa juga dengan berenang dan yoga atau senam hamil. 

Support System Yang Baik

Dalam upaya menjaga kehamilan agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik tidak akan berdampak jika hanya dilakukan oleh yang bersangkutan saja. Karena orang-orang yang tinggal bersamanya pun harus terlibat. 

Suami dan anak-anak adalah partner kerjasama yang utama. Ketika ibu hamil masih di trimester pertama, tidak boleh terlalu lelah, maka suami hendaknya legowo mengambil alih sebagian pekerjaan rumah. Atau jika tidak sanggup bisa mendelegasikan pekerjaan rumah tangga pada orang lain. 


Thanks to him for the full support 

Anak-anak pun sebaiknya diberi pengertian bahwa saat ini sang ibu sedang mengandung calon adik mereka, sehingga tidak boleh terlalu capek. So, mereka sebaiknya mengerti dan memberikan waktu kepada ibunda untuk beristirahat jika tubuhnya dirasa mulai lelah. 

Dan alhamdulillah, saat ini anak-anak bisa mengerti. Sehingga mereka selalu memberikan waktu dan ruang bagi bundanya ini untuk beristirahat dengan cukup. Bahkan ketika di awal masa kehamilan kemarin, saat bundanya mual mereka sigap mengambilkan air minum dan obat. Pun ketika aku merasa pusing, sang adik serta merta memijit keningku. Masya Allah tabarokallah

Hingga saat ini, setiap pagi aku jalan kaki seringkali ditemani oleh anak-anakku yang begitu pengertian. Bersyukur banget aku dikaruniai amanah yang begitu menyejukkan hati ini. Terima kasih Allah. 

Semoga kita semua dapat menjaga amanah yang dititipkan pada kita ini dengan baik. Mendidik dan merawatnya dengan penuh kasih sayang sesuai fitrahnya, ya, Mommies. 

Peluk dan cium untuk anak-anak kita.... 

Yang belum mendapatkan amanah-Nya, bersabarlah, insya Allah Allah akan memberikannya di saat yang tepat. 







Referensi: 
https://www.halodoc.com/obat-dan-vitamin/utrogestan-100-mg-15-kapsul-per-strip-kapsul
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/hepatitis/pemeriksaan-hbsag-positif/

15 komentar:

  1. Ya ampuuun mba berarti pas kita kopdaran itu dirimu sedang hamilkah?

    Btw, aku pun pernah keguguran dua x berturut-turut. Begitu tes lagi dan positif langsung cek ke dokter dan dikasih penguat.

    Semoga sehat, lancar, selamat semuanya ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Pas kopdar itu udah empat bulan lebih kayaknya.

      Pasti dikasih penguat ya mbak,,,

      Aamiin makasih doanya

      Hapus
  2. Semoga sehat, lancar, dan selamat ibu dan debaynya ya...

    BalasHapus
  3. Semoga selamat sampai akhir dan dimudahkan Allah kelahirannya ibu dan bayi. Doakan aku juga segera menyusul untuk memiliki bayi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. makasih Miss doanya.

      Semoga Miss segera dikaruniakan amanah bayi juga yaa

      Hapus
  4. Semoga sehat ya sampai kelahiran. Juga baby-nya sehat selalu.

    BalasHapus
  5. Sangat bermanfaat bunda.. semoga sehat selalu ibu dan bayinya

    BalasHapus
  6. Ada perasaan trauma gitu nggak mbak hamil lagi setelah mengalami keguguran berulang?

    BalasHapus
  7. Ada perasaan trauma gitu nggak mbak hamil lagi setelah mengalami keguguran berulang?

    BalasHapus
  8. Sehat-sehat ya bunda. Yuni belum berkeluarga sih, tapi InshaAllah bisa jadi bekal jika sudah tiba masanya nanti. Terima kasih bunda.

    BalasHapus
  9. Tips-nya klop sama aku, mulai tips 1-9 aku juga lakukan semuanya, baik saat kehamilan Najwa maupun Najib.Pokoknya aku tipe yang nurut banget sama dokter. Dan alhamdulillah memang tips-nya manjur. Sehat-sehat ya, Mbak. Semoga lancar, selamat sampai harinya. Amiin.

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah bisa isi lagi ya bun. Saya pun beberapa kali keguguran. Tipsnya sangat membantu.

    BalasHapus
  11. Semoga sehat selalu ya bun. Lancar sampai persalinan. 😭😭😭😭Gk kebayang gimana rasanya keguguran berulang kali. Beberapa temanku yg mengalami sampai stress.

    BalasHapus